MALANG KOTA – Dalam dua pekan terakhir, Kota Malang sudah diguncang empat kejadian pohon tumbang. Dampak cuaca ekstrem kembali mengganggu fasilitas umum (fasum) dan aktivitas warga.
Yang terbaru terjadi pada 12 Agustus lalu, dua pohon sekaligus di Kecamatan Klojen tumbang. Sebuah pohon keben roboh di Jalan Kyai Tamim, sementara pohon tabebuya tumbang di Jalan Kauman Dalam. Kedua pohon tumbang hampir bersamaan, tepatnya pukul 14.50 saat hujan lebat disertai angin kencang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugroho menjelaskan, sejumlah fasum dilaporkan rusak karena pohon tumbang tersebut. ”Beberapa kabel listrik dan jaringan internet tersenggol, bahkan arus lalu lintas sempat terganggu,” ujarnya, kemarin (13/8).
Evakuasi dilakukan Unit Reaksi Cepat dan Kaji Cepat, selesai sekitar pukul 17.09. Kerugian ditaksir mencapai Rp 358 ribu.
Sebelumnya, kejadian serupa juga menimpa dua pohon di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, 3 Agustus lalu. Meski tak menimbulkan korban jiwa, dampaknya terasa pada fasilitas umum.
BPBD Kota Malang mengimbau warga tetap waspada terhadap bencana. Baik yang bersifat alam maupun non-alam seperti pohon tumbang. Hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi, terutama pada musim peralihan ini.
”Kami minta masyarakat berhati-hati saat berada di dekat pohon besar atau fasilitas umum yang rentan terkena dampak cuaca ekstrem,” tambah Surya.
Dengan catatan empat pohon tumbang hanya dalam dua pekan, warga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan. Setiap laporan pohon rawan roboh segera ditangani tim reaksi cepat untuk meminimalkan risiko terhadap jiwa dan fasilitas publik. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho