Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

BPBD Kabupaten Malang Mengimbau Masyarakat Mewaspadai Ancaman Pohon Tumbang

Mahmudan • Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:11 WIB
BENCANA ALAM: Personel BPBD Kabupaten Malang mengevakuasi reruntuhan rumah warga yang tertimpa pohon di Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen kemarin.
BENCANA ALAM: Personel BPBD Kabupaten Malang mengevakuasi reruntuhan rumah warga yang tertimpa pohon di Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen kemarin.

KEPANJEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman pohon tumbang. Sebab, hujan disertai angin kencang masih melanda, meski saat ini musim kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengungkap, musim kemarau akan berlangsung hingga September depan. Namun imbas anomali cuaca, beberapa kali hujan masih mengguyur. ”Kalau melihat peta di BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) curah hujan itu cukup tinggi atau di atas normal," kata Sadono.

Dia mencatat beberapa titik langganan hujan di Kabupaten Malang. Di antaranya Ampelgading dan Tirtoyudo. Lalu bagian Malang selatan di Sumbermanjingwetan dan Gedangan. "Kemudian di arah utara ada di Singosari dan Lawang," jelas Sadono.

Hasil data BMKG Jawa Timur prediksi cuaca hujan pada Agustus depan hingga September masih sering dilanda hujan. Sadono menjelaskan, potensi hujan datang apabila tinggi curah hujan di atas 200 milimeter. "Hal itu terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Malang," jelas Sadono.

Di antaranya, ada sembilan kecamatan yang terdata akan sering mengalami hujan. Hujan dengan curah hujan 201-300 mm ada di Bantur, Poncokusumo, dan Turen. Sedangkan curah hujan 301-500 mm ada di Dampit, Gedangan, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Ampelgading.

Sadono menambahkan, meskipun hujan terjadi hanya di beberapa spot saja. Namun hujan tetap membawa ancaman lainnya. "Seperti ancaman adanya pohon tumbang, longsor, maupun banjir," tambah Sadono. Ujar Sadono.

Paling baru, Senin lalu (18/2) pohon tumbang di Jalan Salak, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen. Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan batang pohon rambutan patah dan menimpa atap dapur bagian rumah milik Kusumowandono. Penanganan baru dilakukan kemarin (19/8) pukul 11.10.

Pada kejadian itu tidak ada korban jiwa. Dahan pohon berdiameter 30 sentimeter itu hanya merusak atap rumah saja. "Hanya kebutuhan mendesak berupa terpal dan sudah didistribusikan," ujar Sadono.

Dari data BPBD sepanjang 2025 ini mencatatkan, ada 29 kejadian pohon tumbang. Pohon tumbang lebih sering terjadi di poros-poros jalan. "Paling banyak terjadi di Kepanjen dan Singosari, masing-masing lima kali," tambah Sadono.

Sadono kemudian mengimbau masyarakat walau saat ini terjadi kemarau basah, bencana akibat hujan tidak lepas terjadi. Potensi hujan disertai angin masih berpotensi besar akan turun. "Dimohon untuk tetap bersiaga, dan memperhatikan sekitar untuk mencegah potensi bencana lainnya," pungkas Sadono. (yad/dan)

Editor : A. Nugroho
#Hujan #Kabupaten Malang #BPBD #pohon tumbang