SINGOSARI- Hujan disertai angin kencang memporak-porandakan rumah di dua kecamatan, yakni Singosari dan Karangploso. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mendata 13 rumah yang rusak.
“Ada tiga desa di Singosari yang kena (angin kencang) dan satu desa di Karangploso,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin (21/8).
Dia menjelaskan, bencana angin kencang terjadi pada Rabu lalu (20/8) sekitar pukul 13.35. Kala itu, hujan terbilang intensitasnya sedang, tapi anginnya. Korban pertama yang teridentifikasi adalah cucian mobil di Jalan Panglima Sudirman, Desa Pagentan, Kecamatan Singosari. Angin menerjang atap kanopi dan mobil milik Upik Handayani. Satu jam kemudian, dilaporkan ada bencana serupa di Desa Klampok, Kecamatan Singosari. Atap rumah warga RT 1, RW 2, Desa Klampok terbang tersapu angin.
Kemudian kejadian ketiga di Dusun Biru RT 11, RW 3, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari. Sadono mengatakan, tiga rumah mengalami kerusakan di bagian atap. Sebagian roboh dan sebagian raib setelah terempas angin. Dari ketiga kejadian tersebut, kerugian diperkirakan mencapai Rp 40 juta. “Rp 5 juta yang di Klampok, Rp 10 juta yang di cucian mobil, dan Rp 25 juta di Gunungrejo,” ucap Sadono.
Selain Singosari, bencana juga melanda Karangploso, tepatnya di RT 54, RW 2, Dusun Boro Gondang, Desa Ngenep. “Di sana (Dusun Boro Gondang) malah 10 rumah yang terdampak. Yang kena atap rumah lagi,” kata Sadono.
Hingga berita ditulis kemarin, BPBD belum menerima laporan kerugian material dari pamong desa setempat. Namun Polres Malang mencatat kerugian materi Rp 7 juta. Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, kepolisian sudah mengirim bantuan ke lokasi kejadian kemarin. “Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako serta bahan bangunan seperti asbes dan harplek kepada delapan keluarga yang terdampak,” ujar dia.(biy/dan)
Editor : A. Nugroho