Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga asal Kecamatan Pakis Ditemukan Meninggal Gantung Diri karena Depresi

Mahmudan • Rabu, 27 Agustus 2025 | 17:15 WIB
OLAH TKP: Kapolsek Pakis AKP Suyanto menunjuk lubang plafon, titik penemuan korban gantung diri.
OLAH TKP: Kapolsek Pakis AKP Suyanto menunjuk lubang plafon, titik penemuan korban gantung diri.

PAKIS – Juli Hariyanto, 45, ditemukan meninggal dalam keadaan tergantung di atas plafon rumahnya, kemarin (26/8). Warga Dusun Lowoksuruh, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis itu diduga nekat mengakhiri hidup lantaran depresi.

Kapolsek Pakis AKP Suyanto menceritakan kronologi peristiwa. Awalnya, Satrah, 70, ibu korban hendak menunaikan salat subuh di rumahnya. Ketika melewati ruang tengah, dia melihat ada tetesan darah dari plafon serta mencium bau tidak sedap. Mulanya Satrah tidak curiga dan menduga bau tersebut berasal dari bangkai tikus.

Seusai salat, Satrah memberi tahu menantunya, Mulyadi dan Sumadi untuk mengecek dan memastikan sumber bau tersebut. Mulyadi lantas mengambil gergaji untuk melubangi plafon rumahnya. Setelah plafon dilubangi, bau tidak sedap semakin menyeruak. Mulyadi terkejut saat melihat korban tergantung di atas plafon.

Atas temuan tersebut, Mulyadi melapor ke Polsek Pakis. Sekitar Pukul 05.45 petugas tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah korban. “Korban meninggal dunia dengan cara gantung diri di atas plafon menggunakan tali tampar warna biru,” kata Suyanto.

Petugas kepolisian bersama petugas kesehatan Puskesmas Pakis kemudian melakukan evakuasi pada korban. Jenazah korban di evakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang guna dilakukan visum luar. “Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi,” jelas Suyanto.

Dari keterangan saksi, Satrah terakhir kali mengetahui keberadaan anaknya pada Sabtu (23/8) sekitar pukul 10.00. Saat itu korban tidur di kamar. Kemudian pukul 15.00 Satrah ingin membangunkan korban untuk makan, namun Juli tidak ada di kamar. Mengetahui hal itu, Satrah meminta Mulyadi untuk mencari di sekitar rumah.

Informasi yang dihimpun dari para saksi, sebelumnya korban sudah beberapa kali melakukan upaya bunuh diri, namun digagalkan keluarga. Juli pernah bercerita kepada orang tua bahwa ia selama ini depresi lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap, padahal harus menghidupi anak beserta istrinya.

Berdasar hasil olah TKP ditemukan pesan yang dituliskan di kamar korban. Pesan yang diduga ditulis korban tersebut berisi keinginan untuk mengakhiri hidup. “Di antaranya bertuliskan sepuntene nggih pak (mohon maaf ya pak), aku kudu ikhlas (saya harus ikhlas). Sepurane kabeh boloku (maaf semua saudaraku),” jelas Suyanto.

Keluarga korban menolak jenazah diotopsi. Mereka menganggap kematian korban sebagai musibah. Surat penolakan otopsi ditulis oleh istri korban. “Surat dibuat langsung oleh istri yang bersangkutan, kemudian menolak dilakukan otopsi,” pungkas Suyanto. (yad/dan)

Editor : A. Nugroho
#Rumah Sakit Saiful Anwar #Pakis #malang #gantung diri #Kapolsek