WAJAK – Sungguh malang nasib Pasiyan, 71. Ketika mengisi ulang daya penyemprot pertanian, rumah warga Dusun Baran, Desa Sukoanyar, Wajak terbakar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran terjadi pada pukul 09.20 kemarin (28/8). Mulanya, Pasiyan mengisi ulang daya listrik alat penyemprot tanaman. Kabel tersebut dicolokkan ke instalasi listrik di belakang rumahnya. Setelah itu, alat tersebut ditinggal ke depan untuk urusan lainnya.
Diduga mengalami korsleting listrik, sehingga mengeluarkan percikan api. Kemudian merembet ke konstruksi bangunan di belakangan rumah. ”Api merembet ke bagian atap rumahnya,” ujar Komandan Peleton (Danton) PPK Satpol Kabupaten Malang Syaiful Anwar ditemui di lokasi kejadian.
Mengetahui api berkobar di bagian atap, Pasiyan meminta pertolongan warga sekitar. Mereka melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun upaya pemadaman tidak membuahkan hasil. Api terus melahap bangunan seluas 150 meter persegi tersebut. “Kemudian warga sekitar menghubungi kami pada 09.50,” jelas Syaiful.
Sekitar pukul 10.27, empat armada damkar tiba di lokasi. Personel langsung menyiapkan selang air untuk disemprotkan ke titik api. Proses pemadaman membutuhkan waktu beberapa jam. Sekitar pukul 11.16 api dijinakkan. Petugas melanjutkan dengan melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada pemicu sumber api lainnya. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” jelas Syaiful.
Syaiful menambahkan, dugaan sementara mengarah kuat pada korsleting listrik. Kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 150 juta. “Kami mengimbau agar masyarakat senantiasa memperhatikan seluruh kegiatannya, khususnya yang bersinggungan dengan kelistrikan,” pungkasnya. (yad/dan)
Editor : A. Nugroho