TAJINAN – Pengemudi mobil Honda CRV menabrak dua motor dan satu mobil di Jalan Raya Tambakrejo, Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan kemarin (18/9). Seorang pengendara motor meninggal dunia di lokasi. Pelaku sempat dihajar massa lantaran hendak kabur.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30. Mulanya, Honda CRV dengan nopol W 1589 NL melaju dari arah Pakisaji menuju Bululawang dengan kecepatan sedang. Sesampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pengemudi Honda CRV yang belum diketahui identitasnya itu menabrak sepeda motor Honda Vario nopol N 3299 EEZ. Motor tersebut dikendarai Erni, warga Bululawang yang baru pulang bekerja di Kota Malang. “Setelah menabrak motor, mobil Honda CRV itu bukan berhenti, malah terlihat makin kencang menuju arah Bululawang,” ujar beberapa warga di sekitar lokasi.
Sekitar 15 menit kemudian, mobil Honda CRV menghantam bagian belakang mobil Wuling ConferoS nopol B 2582 POE yang dikemudikan oleh Ferdi. Lagi-lagi, mobil CRV masih terus melaju. “Setelah menabrak mobil saya, mobil CRV terlihat banting setir ke kiri,” terang Ferdi .
Mobil CRV tersebut kemudian menabrak sepeda motor Scoopy Hitam N 4116 ACH. Pemotor berusia 18 tahun yang tidak diketahui identitasnya itu meninggal di lokasi kejadian. ”Mobil CRV terlihat terangkat dan terpelanting ke arah berlawanan,” jelas Ferdi
Di saat terpelanting, mobil Honda CRV masih mengenai Supeltas yang sedang mengatur kendaraan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat emosi kemudian mengerubungi mobil CRV tersebut.
Warga lantas memaksa pengemudi Honda CRV keluar. Tak berselang lama, seorang laki-laki berusia 45-50 tahun keluar dari mobil. Juga ada seorang perempuan muda. “Pengemudi sempat dimassa warga sekitar,” jelas Ferdi.
Peristiwa tersebut lantas dilaporkan ke polisi. Erni, pengendara motor Vario mengalami luka-luka lecet dilarikan ke Rumah Sakir (RS) Ben Mari. Sementara pengendara motor Honda Scoopy yang tergeletak tak bernyawa dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kepanjen. Lalu pengemudi mobil CRV dilarikan ke Rumah Sakit Umum Mutra Delima, Bululawang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khairuddin menerangkan, pihaknya masih melakukan olah TKP. Seluruh barang bukti diamankan terlebih dahulu. “Menurut pengakuan dari sopir saat dimassa adalah rem blong, tetapi akan kami pastikan kembali kejadian tersebut,’ kata Samsul.
Pihak kepolisian juga masih mencari penyebab pasti kejadian kecelakaan tersebut. “Termasuk kami masih menghubungi keluarga dan pihak lain yang terlibat,” pungkas Samsul.(yad/dan)
Editor : A. Nugroho