SUMBERMANJING WETAN – Banjir di Desa Sitoarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan juga berdampak terhadap sektor pertanian. Setidaknya ada 5 hektare sawah yang terimbas, sehingga sebagian petani gagal panen.
Camat Sumbermanjing Wetan Sujarwo Ady Wijayanto menerangkan, banjir tahun ini tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap rumah warga. Air bah memasuki rumah warga, tanpa merusak konstruksinya. “Hanya saja pada lahan pertanian ada yang mengalami kerusakan,” terang Sujarwo kemarin (23/9).
Sujarwo menjelaskan, warga Desa Sitiarjo mayoritas mata pencariannya menjadi petani. Terutama tebu dan padi. Sebagian sudah panen, namun tidak sedikit proses menuju panen. “Mulai Dusun Krajan hingga Dusun Rowotrate yang terdampak. Hampir 5 hektare yang rusak,” kata dia.
Kerusakan lahan pertanian bermacam-macam, baik yang rusak hasil tanamannya akibat lumpur, hingga patok lahan yang mulai hilang terseret air bah. Bagi petani yang terdampak, mereka terpaksa tidak bisa panen. Ada juga yang masih bisa memanen tanamannya, tapi butuh tenaga ekstra untuk memperbaiki lahan pertaniannya. “Setidaknya butuh waktu beberapa minggu untuk menata lahan yang seharusnya sudah mulai masa tanam kembali,” beber Sujarwo.
Gidyo, salah satu petani di Dusun Krajan mempunyai 1 hektare sawah yang ditanami padi yang. Jika tidak terkena banjir, seharusnya sudah memanen hasil pertaniannya. ”Baru sekitar 750 meter persegi yang dipanen. Sisanya belum dipanen, tapi sudah rusak akibat banjir,” keluhnya.
Selain lahan pertanian rusak, gabah di rumahnya juga terkena banjir. Beberapa karung di antaranya juga raib terseret air bah. “Tapi masih belum tahu ada berapa karung gabah yang hilang,” terang Gidyo. (yad/dan)
Editor : A. Nugroho