Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Hari, Bumi Kanjuruhan Dilanda Dua Kali Kebakaran

Mahmudan • Kamis, 25 September 2025 | 16:57 WIB
GERAK CEPAT: Petugas bersiap memadamkan kobaran api di lahan bambu Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau.
GERAK CEPAT: Petugas bersiap memadamkan kobaran api di lahan bambu Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau.

 

 

KEPANJEN - Meskipun kemarau basah, masih sering terjadi kebakaran. Dalam dua hari, 22-23 September lalu, Bumi Kanjuruhan dilanda dua kali kebakaran. Semuanya terkait kebakaran lahan. Lokasinya di dua kecamatan, yakni Wagir dan Dau.

Peristiwa terbaru terjadi di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Selasa lalu (23/9). Kobaran api yang melalap tebu seluas 3 ribu meter persegi itu berlangsung sekitar pukul 11.05. ”Api membakar tanah kas desa yang ditanami tebu,” ujar Komandan Peleton Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Syaiful Anwar kemarin.

Setelah menerima laporan, petugas langsung terjun ke lokasi. Setibanya sekitar pukul 11.25, tim damkar langsung bergegas melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.45.

SIGAP: Tim Damkar Kabupaten Malang memadamkan kobaran api yang menghanguskan lahan tebu di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir.
SIGAP: Tim Damkar Kabupaten Malang memadamkan kobaran api yang menghanguskan lahan tebu di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir.

Pemadaman memakan waktu dua jam lebih lantaran luas lahan dan kerapatan antar tanaman tebu, sehingga menyulitkan petugas. Hasil penyelidikan petugas mengungkap bahwa api berasal dari sisa pembakaran sampah daun tebu. “Bakar daun tebu kering di lahan sebelah, kemudian api merambat ke tanah bengkok itu,” imbuh dia.

Sehari sebelumnya, Senin (22/9) terjadi kebakaran lahan bambu di Perum Graha Sengkaling II, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau. Syaiful menyebut, kebakaran lahan seluas 100 meter persegi itu dilaporkan ke damkar lantaran membahayakan. Yakni berada di samping rumah warga. ”Warga sekitar tidak ada yang tahu penyebab kebakaran. Dugaan kami ya faktor cuaca panas,” kata dia.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 17.40, sementara petugas tiba di lokasi sekitar 18.15. Upaya menjinakkan si jago merah membutuhkan waktu hampir tiga jam. Sekitar pukul 21.31 api dipastikan sudah padam.

Mengingat masih seringnya terjadi kebakaran, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada. Bagi yang membakar sampah, diharapkan tidak meninggalkan lokasi sebelum memastikan api sudah padam. ”Segera melapor apabila ada lahan yang terbakar,” kata dia.(biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Bumi Kanjuruhan #kebakaran #Damkar