NGAJUM - Nasib malang dialami Kusbiantoro, 50, warga Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen. Kandang beserta 20 ribu anakan ayam yang baru dia terima hangus terbakar kemarin pagi (23/10), sekitar pukul 06.15. Danton Damkar Kabupaten Malang Syaiful Anwar menjelaskan, awalnya Kusbianto baru menerima anakan ayam pesanannya itu pada Rabu (22/10) malam.
Total 20 ribuan ekor ayam yang baru itu dia masukkan ke dalam kandang untuk dihangatkan menggunakan blower. ”Saat malam hari, blower pemanas itu hidup tanpa ada kendala,” kata Syaiful. Pagi harinya sekitar pukul 06.15, penjaga kandang melihat ada api yang menyala.
Karena kandang sebagian besar terbuat dari material kayu, api dengan cepat merembet. ”Penjaga kandang baru melihat saat api sudah merembet dan membesar,” jelas Syaiful. Para penjaga kandang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Warga sekitar juga ikut membantu.
Tetapi karena api sudah cukup besar, warga lantas menghubungi Tim Damkar Kabupaten Malang. ”Kami mendapatkan informasi sekitar pukul 06.45,” jelas Syaiful. Damkar kemudian berangkat dengan empat unit mobil pemadam. Mereka tiba di lokasi 10 menit kemudian. Api baru benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 11.50.
Syaiful menjelaskan, dari pemeriksaan awal, kandang dengan luas 400 meter persegi itu terbakar akibat korsleting listrik. Itu diduga berasal dari instalasi blower pemanas yang digunakan pemiliknya. ”Total kerugian materiil mencapai Rp 500 juta,” ungkap Syaiful.
Syaiful mengingatkan agar warga selalu memperhatikan barang-barang yang berhubungan dengan instalasi kelistrikan. ”Terlebih jika dekat dengan barang yang mudah terbakar. Percikan api dengan mudah bisa merembet dan membakar,” pungkas Syaiful. (yad/by)
Editor : A. Nugroho