Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

BPBD Kota Malang Himbau Warga Bantaran Sungai Waspadai Ancaman Banjir

Mahmudan • Jumat, 24 Oktober 2025 | 18:04 WIB
ANTISIPASI BENCANA: Warga yang bermukim di Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing perlu mewaspadai luapan sungai ketika hujan mengguyur
ANTISIPASI BENCANA: Warga yang bermukim di Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing perlu mewaspadai luapan sungai ketika hujan mengguyur

MALANG KOTA - Warga di sepanjang bantaran sungai diimbau lebih mewaspadai ancaman banjir. Sebab berdasar prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG), Oktober ini sudah memasuki musim hujan. Hal ini membuat potensi bencana banjir meningkat.

Pada akhir 2024 lalu, banjir besar melanda Kelurahan Lesanpuro, tepatnya di Gang Mirej. Bencana akibat luapan Sungai Amprong tersebut merendam 80 rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Prayitno menyampaikan, curah hujan bakal meningkat 20 sampai 40 persen dibandingkan sebelumnya. Hal ini terjadi sejak Oktober hingga April tahun depan. Sebagai langkah mitigasi, pihaknya menyiagakan relawan bencana di setiap wilayah.

"Dengan meningkatnya curah hujan, kami mengimbau masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) waspada. Ketika perkembangan cuaca menunjukkan ekstrem, bisa bersiap diri," jelas Prayitno, kemarin.

Dia menerangkan, wilayah bantaran sungai menjadi kawasan paling berisiko terdampak bencana, baik banjir maupun longsor. Berdasar catatan tahun lalu, beberapa titik sempat mengalami banjir akibat derasnya aliran sungai setelah hujan lebat mengguyur Kota Malang. "Seperti di Lesanpuro itu di luar prediksi kami, karena belum pernah terjadi banjir besar sebelumnya. Kami malah fokus memantau pada DAS Brantas saat itu," terangnya.

Berdasarkan kejadian itu, seluruh DAS di Kota Malang ditetapkan kategori berpotensi bencana. Dengan ditetapkan hal tersebut, pemantauan dan pengawasan selama musim hujan wajib ditingkatkan. "Sebelum musim hujan kami sudah lakukan pelatihan tanggap bencana. Sehingga warga lebih siap jika sewaktu-waktu terjadi banjir atau tanah longsor," tandas Prayitno.

Selain pelatihan, BPBD Kota Malang juga telah memberikan peta rawan bencana. Mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. "Tinggal sekarang pak lurah dan camat sosialisasi ke warganya. Mitigasi bencana merupakan kolaborasi seluruh pihak," pungkas dia. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#das #Banjir #sungai #BPBD