Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

250 Personel Polres Malang Siaga untuk Tangani Bencana

Mahmudan • Kamis, 6 November 2025 | 18:46 WIB
APEL SIAGA: Kapolres Malang AKBP Danang Setyo Pambudi Sukarno (tiga dari kiri) bersama Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar (dua dari kiri) meninjau peralatan penanggulangan bencana di lapangan
APEL SIAGA: Kapolres Malang AKBP Danang Setyo Pambudi Sukarno (tiga dari kiri) bersama Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar (dua dari kiri) meninjau peralatan penanggulangan bencana di lapangan

KEPANJEN – Bumi Kanjuruhan berstatus tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Kemarin (5/11), Polres Malang menggelar apel pasukan gabungan di Lapangan Mapolres Malang, Kepanjen. Total 250 personel disiagakan untuk menanggulangi bencana akibat cuaca buruk tersebut.

250 personel tersebut gabungan dari Polres Malang, Brimob, Kodim 0818, BPBD, Satpol PP Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, PLN, dan relawan. ”Apel tersebut sebagai konsolidasi kesiapsiagaan bencana. Penting untuk memperkuat koordinasi dan kecepatan respons lintas sektor saat terjadi bencana,” ujar Kapolres Malang AKBP Danang Setyo Pambudi Sukarno di sela meninjau peralatan kemarin.

Dia mengatakan, Kabupaten Malang memiliki kondisi geografis dan topografis yang kompleks, mulai dari pegunungan hingga pesisir. ”Semua itu memiliki potensi risiko bencana, sehingga harus siap dan solid menghadapi setiap situasi darurat,” tambahnya.

Dalam apel tersebut, pihaknya meninjau sarana dan prasarana (sarpras) pendukung seperti posko tanggap darurat, kendaraan evakuasi, perahu karet, serta alat komunikasi lapangan. Semuanya dalam kondisi baik dan siap digunakan.

Danang meminta agar kepolisian bergerak cepat dan sigap dalam memastikan segala kebutuhan operasional terpenuhi. Dia menekankan pentingnya deteksi dini, pemanfaatan data badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG), koordinasi aktif dengan BPBD dan masyarakat agar informasi potensi bencana dapat tersampaikan dengan cepat dan akurat hingga ke tingkat desa.

Selain itu, dia melanjutkan, patroli daerah rawan bencana, latihan gabungan evakuasi, hingga penguatan posko komunikasi di setiap kecamatan juga harus ditingkatkan. “Kami juga memastikan jalur evakuasi dan alat tanggap darurat bisa digunakan sewaktu-waktu,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundak itu.

Seperti diberitakan, status siaga naik menjadi tanggap darurat bencana pada 1 November lalu. Itu seiring banyak bencana melanda Bumi Kanjuruhan. Data BPBD mencatat, Januari sampai Oktober lalu terjadi 58 kali bencana angin kencang, 19 banjir, 37 pohon tumbang, 72 tanah longsor, dan 170 kali gempa bumi.

Semuanya menyebabkan kerugian material hingga Rp 729 juta. Termasuk di antaranya bencana angin puting beliung yang merusakkan ratusan rumah di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Minggu lalu (2/11). (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Polres Malang #BMKG #sarpras #Desa Sumbersekar