KEPANJEN- Belum sepekan, Bumi Kanjuruhan dilanda empat kali bencana pohon tumbang. Mayoritas berada di Kabupaten Malang sisi selatan dan barat. Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) mengungkap, penyebabnya cuaca buruk dan sebagian dipicu kondisi pohon yang sudah rapuh.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, pohon tumbang terjadi pada lima hari pertama di bulan November, yakni tanggal 1, 2, 4 dan 5. “Kejadiannya ada di Gunung Geger (Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak), Jalan Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Jalan Ahmad Yani Kepanjen, dan Desa Pait, Kecamatan Kasembon,” ujar Sadono kemarin.
Kejadian terbaru di Kasembon pada 5 November lalu. Pohon waru setinggi 15 meter dengan diameter 30 sentimeter tumbang menutupi ruas jalan yang menghubungkan dua dusun di Desa Pait, yakni Bonjagung dan Baraan. Selain menutup akses jalan untuk semua jenis kendaraan, pohon tersebut juga menimpa kabel jaringan listrik.
Sadono menambahkan, keempat peristiwa tersebut melibatkan pohon-pohon ukuran besar. Rata-rata tingginya di atas 10 meter dengan diameternya di atas 30 sentimeter. Jenis yang beragam. Mulai pohon ampelas, karet, dan trembesi.
Selama di lapangan, Sadono mengatakan, tim menemukan penyebab lain di luar terpaan angin kencang. “Didapati adanya pelapukan. Ada yang lapuk di bagian akar maupun batang pohonnya,” ucap dia.
Kini, BPBD mewaspadai ancaman kejadian serupa. Sebab, per 1 November lalu Kabupaten Malang berstatus tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Pohon tumbang masuk di dalam daftar bencana yang disebabkan cuaca buruk tersebut.
Untuk mengantisipasi pohon tumbang, pihaknya melakukan pengeprasan ranting pohon. Salah satu yang sudah dilakukan yakni di Jalan Trunojoyo, Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi pada Rabu (5/11) lalu. “Kami lakukan pemotongan terhadap rumpun bambu yang menjuntai sampai ke jalan. Itu dilaporkan mengganggu akses jalan dan menutupi kabel internet,” kata Sadono. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho