PONCOKUSUMO – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Poncokusumo sejak dini hari Minggu (9/11) membuat debit air Sungai Amprong naik drastis. Sungai yang membelah wilayah di lereng Gunung Bromo-Tengger-Semeru itu meluap dan menyeret material bambu, tanah, serta sampah hingga menumpuk di bawah jembatan Dusun Wonorejo, Desa Wringinanom.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, hujan deras sudah turun sejak waktu subuh dan baru reda sekitar pukul 08.00. Luapan air sungai terjadi tak lama kemudian.
”Kami menerima laporan sekitar pukul 08.30, bahwa arus sungai sangat deras dan banyak material tersangkut di jembatan,” ujarnya.
Begitu menerima laporan, tim BPBD langsung diterjunkan ke lokasi. Setibanya di sana, petugas mendapati jembatan penghubung antara Dusun Simpar dan Wonorejo dipenuhi tumpukan bambu, batu, tanah, dan sampah plastik. Material tersebut menutupi celah jembatan dan berpotensi menghambat aliran sungai.
Hingga sore hari, pembersihan masih dilakukan secara manual oleh petugas dan warga setempat. Namun, volume material yang menumpuk cukup besar, sehingga dibutuhkan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi.
”Kami butuh ekskavator untuk mengangkat bambu dan sampah yang tersangkut,” kata Sadono.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diduga kuat material bambu yang terseret berasal dari rumpun bambu di tepi sungai yang tumbang akibat derasnya arus. Bekas tanah yang masih menempel di akar bambu menjadi salah satu buktinya. Bahkan, jejak air bah tampak di atas badan jembatan dengan sisa lumpur dan pasir basah menempel di permukaan.
Camat Poncokusumo Didik Agus Mulyono mengungkapkan bahwa kejadian serupa hampir selalu berulang setiap musim hujan.
”Konstruksi jembatan yang memiliki banyak tiang penyangga membuat potongan bambu dan batang kayu mudah tersangkut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kecamatan sudah pernah mengusulkan rehabilitasi jembatan tersebut ke Pemerintah Kabupaten Malang. Namun hingga kini, usulan itu belum menjadi prioritas.
”Kami berharap segera ada perhatian, karena setiap kali hujan deras, risiko jembatan tersumbat dan banjir meluap selalu mengancam,” pungkas Didik. (biy)
Editor : Aditya Novrian