KABUPATEN – Warga Kabupaten Malang yang berada di dekat tiga titik tanah longsor Sabtu lalu (3/1) diwajibkan terus waspada. Potensi longsor susulan diklaim BPBD Kabupaten Malang masih bisa terjadi. Terlebih curah hujan yang jadi salah satu penyebab tanah longsor masih tinggi di Bumi Kanjuruhan.
”Longsor di titik ketiga (di Desa Wajak) hampir menyeret rumah warga karena letak tebing tepat di belakang permukiman,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan. Menurutnya, beberapa bagian belakang rumah warga punya jarak yang tidak jauh dengan tebing yang sudah tergerus longsor. Karena itu tidak menutup kemungkinan ada longsor susulan.
Tiga titik tanah longsor terjadi di Kabupaten Malang pada Sabtu lalu (3/1), berada di Dusun Slatri, Desa Pait, Kecamatan Kasembon. Sedangkan dua titik longsor lainnya berada di Desa Wajak, Kecamatan Wajak.
Kemarin (4/1), petugas bersama warga bergotong-royong membersihkan area longsor. Sementara tebing yang longsor diberi penutup. Itu sebagai antisipasi potensi longsor susulan. ”Longsor di tiga titik itu sama-sama disebabkan intensitas hujan yang tinggi sejak pagi,” ujar Sadono.
Sebagai informasi, longsor di Desa Pait, Kecamatan Kasembon terjadi pada pukul 15.35 WIB (3/1). Tebing yang runtuh menimbun separuh jalan Provinsi Malang-Kediri. Arus lalu lintas sempat terganggu hingga petugas setempat harus memberlakukan buka-tutup jalan.
Pembersihan langsung dilakukan sore hari setelah hujan reda. Butuh waktu empat jam hingga pukul 21.40 WIB supaya seluruh pembersihan rampung dan bisa dilewati dengan normal.
Selanjutnya titik longsor kedua dan ketiga terjadi bersamaan pukul 21.10 WIB. Titik longsor kedua adalah tebing setinggi sekitar enam meter yang berada di Dusun Pakem Ledok, Desa Wajak. Material longsor menutup jalan untuk akses 10 KK hingga penduduk harus memutar lewat persawahan sekitar 1 kilometer.
Karena jalan yang terdampak longsor cukup parah, warga dan petugas kerja bakti membersihkan material. Sekaligus membuka jalan baru di lahan warga dengan jarak 40 meter dari titik longsor. Itu dilakukan karena jalan yang terkena longsor sudah tidak memungkinkan untuk digunakan lagi. (aff/gp)
Editor : Aditya Novrian