DAMPIT- Beberapa masyarakat Kabupaten Malang melewati awal tahun 2026 dengan perasaan was-was. Selama 11 hari pada bulan Januari ini, terdata sudah ada tujuh bencana alam terjadi. Mulai dari dua kejadian pohon tumbang akibat cuaca ekstrem dan lima kejadian tanah longsor.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menyebut, kejadian pohon tumbang salah satunya terjadi kemarin. ”Yang tanggal 1 Januari itu kejadiannya di Jalan Sapta Marga, Kecamatan Kepanjen. Terbaru (kemarin) di Jalan Raya Malang-Lumajang, masuk Desa Pamotan, Kecamatan Dampit,” kata dia.
Pohon yang tumbang di dua kejadian tersebut sama-sama tergolong besar. Di Kepanjen setinggi 10 meter. Sedangkan di Dampit, berupa pohon trembesi setinggi 20 meter. Tumbangnya pohon tersebut berdampak kepada arus lalu lintas di tempat kejadian dan sempat menimpa warung milik warga. Total, dua warung semi permanen yang terbuat dari bambu rusak akibat tertimpa pohon.
Sementara untuk kejadian tanah longsor, total sudah terjadi lima kali dalam 11 hari terakhir. Pertama, pada 3 Januari di Jalan Raya Malang-Kediri di Dusun Slatri, Desa Pait, Kecamatan Kasembon. ”Pada hari yang sama terjadi juga longsor di dua titik di Desa Wajak, Kecamatan Wajak. Lalu, pada tanggal 4 Januari, jalan Malang-Kediri di Dusun Slatri, Pait, Kasembon longsor lagi,” imbuh Sadono.
Kemudian pada 8 Januari terjadi tanah longsor di Malang Timur. Pada hari yang sama, jalan lintas Bromo di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo dan jalan Malang-Pasuruan di Desa Taji, Kecamatan Jabung juga terjadi tanah longsor.
Kejadian tanah longsor itu sama-sama melumpuhkan jalan akses warga, sekaligus jalan antar wilayah administrasi. Untungnya tidak ada korban dalam kejadian tersebut. ”Untuk kerusakan bangunan hanya tercatat yang di Wajak, tepatnya di Dusun Pakem, Desa Wajak. Berupa tembok dapur rumah warga atas nama Rumani runtuh karena material longsor,” ujar Sadono. (biy/gp)
Editor : Aditya Novrian