TUREN-Daftar rumah yang rusak akibat bencana alam bertambah lagi. Terbaru, rumah seorang lansia di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen ambruk, Rabu sore (28/1). Bangunan tergolong berusia tua, sehingga mudah ambruk diterpa hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan memaparkan, ambruknya rumah milik Saumi, 72, itu terjadi sekitar pukul 16.00. Saat itu, kawasan Sananrejo diguyur hujan deras disertai angin kencang. “Posisi atap yang ambruk itu ada di bagian dapur,” ujar Sadono kemarin.
Ketika kejadian berlangsung, Saumi dan satu orang anggota tidak di dapur, melainkan berada di ruang tengah sehingga tidak ada korban jiwa. Namun beberapa perabotan rumah rusak akibat kejatuhan atap. “Blandar (balok kayu struktural utama dalam arsitektur tradisional Jawa)-nya putus karena memang sudah tua. Akhirnya runtuh saat kena hujan,” papar pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.
Mengetahui atap dapur ambruk, Saumi ketakutan. Dia bersama anggota keluarga lantas mengungsi ke rumah kerabat yang juga masih bertetangga. Sadono tidak melakukan pendataan lantaran pemilik rumah sanggup memperbaiki sendiri.
Meskipun begitu, pihaknya tetap menyalurkan beberapa bantuan. Di antaranya berupa kasur lipat 1 lembar, 1 paket peralatan kebersihan dan peralatan makan, 2 lembar selimut, dan sebuah kompor. Kemudian 2 lembar kain terpal untuk menutup bagian rumah yang rusak dan dua paket sembako.
Berdasar data BPBD, ada 19 rumah warga yang rusak karena bencana alam selama Januari ini. Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya di Lawang, Pujon, Kasembon, Wajak, Wagir, Sumbermajing Wetan (Sumawe), dan Kepanjen. Tiga di antaranya rusak karena gempa Pacitan beberapa hari lalu. Sisanya karena angin kencang, banjir dan longsor.
Selain rumah rusak, ada pula tembok bagian dapur ambrol. Akan tetapi, Sadono menyebut bahwa masih banyak rumah di Bumi Kanjuruhan yang dibangun tidak tahan bencana. “Dalam hal konstruksi masih banyak yang belum standar,” kata dia.(biy/dan)
Editor : Aditya Novrian