Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Titik Jalan di Kabupaten Malang Rusak Tergerus Longsor

Mahmudan • Jumat, 13 Maret 2026 | 11:55 WIB

INFRASTRUKTUR: Warga memasang bambu penyangga di ruas jalan Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir yang tergerus longsor beberapa waktu lalu.
INFRASTRUKTUR: Warga memasang bambu penyangga di ruas jalan Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir yang tergerus longsor beberapa waktu lalu.

 

WAGIR – Hujan disertai angin kencang pekan lalu tidak hanya memporak-porandakan rumah warga. Tapi juga menggerus ruas jalan. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mencatat tiga titik jalan rusak akibat bencana longsor selama dua bulan ini. Lokasinya di Malang bagian timur dan barat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan bahwa ada tiga kejadian tanah longsor yang menggerus ruas jalan, sehingga mengganggu akses warga.

“Masing-masing satu lokasi di Kecamatan Wagir, Ngantang, dan Jabung,” terang Sadono kemarin.

Longsor pertama di Desa Taji, Kecamatan Jabung pada 28 Februari lalu. Hujan yang mengguyur wilayah di kaki Gunung Bromo selama berjam-jam tersebut mengakibatkan jalan tanjakan antar desa tergerus sepanjang 15 meter. Ruas jalan yang mulanya selebar 6 meter, akhirnya tersisa 2 meter akibat longsor.

Kemudian kejadian kedua pada 2 Maret lalu. Lokasinya di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang. Jalan yang menjadi penghubung Dusun Ngembul dan Bulurejo retak sepanjang 20 meter, lebar lima meter dan longsor sedalam 12 meter.

“Lalu yang di Ngantang ini awalnya dari retakan di jalan, kemudian kena hujan terus akhirnya jalan dan jembatannya ambles,” kata Sadono.

Sementara yang terbaru di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir. Tepatnya pada Senin lalu (9/3). Jalan penghubung antara Dusun Precet dan Wangkal longsor akibat hujan yang terus menerus.

“Ini jalannya tertutup material dan sudah tertutupi terpal pada Rabu lalu (11/3),” ujar Sadono.

Ketiga ruas jalan yang tergerus longsor tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat. Warga hanya bisa melintas menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor. Dia mengatakan, perbaikan nantinya menjadi kewenangan DPUBM.

Sebelumnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan puluhan rumah warga rusak. Mayoritas kerusakan terjadi di bagian atap. Data BPBD mencatat, pekan pertama Maret ini terdapat 32 rumah rusak akibat tersapu angin.

Lokasinya menyebar di lima kecamatan. Yakni Kasembon, Pujon, Lawang, Wagir, dan Tajinan. Selain itu, juga beberapa kali pohon tumbang di sejumlah titik dan diterjang longsor. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#KL #longsor #Kabupaten Malang #DPUBM