AMPELGADING, RADAR MALANG - Tidak ada angin maupun hujan yang melanda Dusun Krajan, Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading sejak Sabtu malam (28/3) sampai Minggu pagi (29/3). Tapi tiba-tiba, atap SMKN 1 Ampelgading roboh. Beruntung saat peristiwa itu terjadi tak ada kegiatan belajar mengajar di sana
Sampai sekarang, penyebab pasti kejadian ambruknya atap sekolah tersebut masih dalam penyelidikan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/3), sekitar pukul 22.30.
"Waktu itu salah satu penjaga sekolah melihat genteng jatuh satu per satu. Setelah itu ambruk dengan cepat dalam jumlah banyak," terang dia.
Kerusakan baru terlihat setelah masuk tanggal 29 Maret, pagi hari. Atap yang ambruk tersebut menimpa 3 ruang kelas. Karena kejadiannya pada saat libur, maka tidak ada orang terluka atau mati. Pembersihan dan penutupan bagian yang rusak baru dilakukan kemarin siang.
Tapi di satu sisi, belum diketahui pasti ambruknya atap sekolah itu disebabkan apa. Sadono menyebut, tidak ada hujan yang terjadi sejak hari kejadian. "Sampai Minggu siang cuacanya cerah, panas," kata dia.
Hal tersebut masih didalami oleh Dewan Guru, perangkat Desa Tirtomarto, dan Unit Reskrim Polsek Ampelgading. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 120 juta.
Penulis: Biyan Mudzaky Hanindito
Editor : A. Nugroho