GONDANGLEGI, RADAR MALANG - Warga Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi Minggu pagi (5/4) dibuat geger. Lantaran di aliran sungai yang berada di tepi Jalan Raya penghubung Gondanglegi dengan Kota Malang mengambang sesosok jenazah laki-laki. Diduga, ia tercebur sungai dan tewas setelah penyakit epilepsinya kumat.
Jenazah tersebut diketahui bernama Mujiono, 48. Tercatat sebagai warga Putat Lor, tak jauh dari lokasi sungai tempat ia ditemukan tewas. Kapolsek Gondanglegi AKP Lukman Hudin menjelaskan bahwa jenazah korban ditemukan mengambang di sungai pada pukul 09.15.
Jenazah mengambang di sungai itu pertama kali dilihat oleh Alfiah, 46, seorang perempuan warga sekitar yang tengah mencuci pakaian di tepi sungai. “Korban pertama kali ditemukan saksi yang sedang mencuci di sungai. Saat itu korban sudah dalam kondisi mengambang dan tidak bergerak,” terang Lukman.
Sontak, Alfiah segera meminta bantuan warga sekitar untuk menepikan dan mengangkat tubuh korban ke pinggir sungai. Lalu, penemuan itu dilaporkan ke perangkat desa dan kepolisian setempat.
Dari pengamatan petugas, tidak didapati luka tanda hasil tindak pidana. Tapi dari pernarikanketerangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan. "Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang diderita kambuh saat berada di sekitar aliran sungai,” papar Lukman.
Diduga, ketika berada di tepi sungai, epilepsi korban kumat dan membuatnya tercebur sungai. Tanpa ada yang menolong, Mujiono pun tewas.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan diperiksa oleh tenaga medis dari Puskesmas Ketawang. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. "Jadi tidak dibawa ke kamar jenazah untuk visum. Tapi langsung ke rumah duka," tandas mantan Kapolsek Sumberpucung tersebut.
Penulis: Biyan Mudzaky Hanindito
Editor : A. Nugroho