RADAR MALANG – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan puluhan ribu unit sepeda motor untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini kemudian menjadi sorotan di media sosial dan memicu berbagai asumsi di masyarakat seiring beredarnya video yang menampilkan jajaran sepeda motor yang disinyalir untuk program MBG. Puluhan ribu motor listrik tersebut diduga merupakan motor listrik Trail Emmo JVX GT dan motor listrik Emmo JVH Max.
Berdasarkan data dari platform Inaproc, motor Emmo JVX GT terdaftar sebagai produk yang disediakan PT Yasa Artha Trimanunggal yang berlokasi di DKI Jakarta. Di situs resmi Emmo, harga kendaraan ini mencapai sekitar Rp56,8 juta per unit.
Baca Juga: Komisi IX Desak SPPG Penyebab Keracunan MBG Ditutup Permanen, Buntut Insiden di Pondok Kelapa
Motor Emmo JVX GT dirancang untuk medan berat dengan sistem rantai dan gear kokoh sehingga mampu melintasi jalanan yang tidak rata dan bergelombang.
Motor ini mampu melaju hingga kecepatan maksimal 80 kilometer per jam dan jarak tempuh sejauh 70 kilometer dalam satu kali pengisian baterai penuh.
Selain itu, tersedia layar digital yang menampilkan informasi kecepatan, jarak tempuh, daya baterai, dan mode berkendara dengan jelas.
Unit tangguh ini hadir dengan dimensi panjang 2.080 mm, lebar 810 mm, dan tinggi 1.150 mm. Sebagai motor trail, performanya didukung oleh ban yang tangguh berukuran 19 inci pada bagian depan dan 18 inci pada bagian belakang.
Baca Juga: BGN Klarifikasi Video Viral Menu Bandeng Mentah MBG di Bantul, Dipastikan Ikan Presto Matang
Sementara itu, model Emmo JVH Max adalah skuter listrik modern yang cocok digunakan di area perkotaan. Berdasarkan situs resmi Emmo, harga motor ini mencapai Rp48,8 juta per unit.
Selain itu, motor ini mampu melaju hingga 90 kilometer per jam dan menempuh jarak sejauh 70 kilometer dengan baterai 72v 30Ah yang mendukung pengisian cepat. Kendaraan ini memiliki panjang 2.120 mm, lebar 711 mm, dan tinggi 1.180 mm.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa pengadaan motor ini termasuk dalam rencana anggaran tahun 2025 untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
Dadan menekankan bahwa pihak terkait hingga saat ini belum menerima motor tersebut karena masih harus melalui prosedur administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
Editor : Aditya Novrian