MALANG KOTA, RADAR MALANG - Insiden kereta di Stasiun Bekasi Timur berdampak panjang. Setelah sebelumnya perjalanan Kereta Api 94-91 Jayabaya relasi Malang-Pasarsenen dibatalkan, kali ini giliran 2 perjalanan kereta lain dibatalkan. Tak hanya itu, akibat insiden tersebut, 2 perjalanan kereta mengalami keterlambatan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, perjalanan kereta yang dibatalkan meliputi Kereta Majapahit (245B) relasi Malang-Pasarsenen dan Kereta Arjuno Ekspres (66F) relasi Malang-Surabaya Gubeng. Sementara untuk kereta yang terlambat ada Kereta Matarmaja relasi Malang-Pasarsenen dan Kereta Gajayana relasi Malang-Gambir.
"Adanya gangguan ini merupakan dampak lanjutan dari insiden operasional yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur," ucap Mahendro. Akibatnya terjadi perubahan pola operasi dan rangkaian kereta api.
Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf atas insiden sekaligus dampak lanjutan yang terjadi. Di samping itu, KAI membuka kesempatan bagi penumpang yang ingin mengajukan refund 100 persen.
"Untuk Kereta Arjuno, yang terdampak ada 100 penumpang, tapi yang sudah refund 68 penumpang. Sementara Kereta Majapahit yang terdampak 230 penumpang, tapi yang sudah refund 75 penumpang," beber Mahendro. Refund tersebut bisa diajukan lewat loket maupun situs resmi KAI.
Agar tidak berlarut, KAI terus berupaya melakukan normalisasi. Salah satu kereta yang sudah mulai berjalan normal adalah Kereta Api Jayabaya relasi Malang-Pasarsenen.
Penulis : Nabila Amelia