Sempat Hiasi Langit, Ini 5 Fakta Menarik Hujan Meteor Eta Aquarid yang Memukau

Afida Rahma Tsabita • Dipublikasikan Kamis, 7 Mei 2026 | 13:25 WIB
Ilustrasi hujan meteor. (unsplash/Clay Banks)
Ilustrasi hujan meteor. (unsplash/Clay Banks)

RADAR MALANG – Langit Bumi kerap dihiasi berbagai fenomena astronomi, salah satunya hujan meteor yang muncul pada periode tertentu. Fenomena ini terjadi ketika debu dan batuan luar angkasa terbakar karena menabrak atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi dan menghasilkan guratan cahaya di langit.

Salah satu fenomena hujan meteor yang rutin menghiasi langit Bumi adalah Eta Aquarid. Dikenal dengan lajunya yang cepat, hujan meteor ini terjadi setiap tahun dan baru saja mencapai puncaknya pada 5–6 Mei 2026. 

Tidak hanya itu, Eta Aquarid ternyata menyimpan sejumlah fakta menarik untuk diketahui. Berikut penjelasan lengkapnya. 

Baca Juga: Dari Kartini untuk Bumi, BRI Dorong Perempuan Berdaya lewat Urban Farming BRInita

1. Berasal dari jejak Komet Halley yang legendaris

Hujan meteor Eta Aquarid berasal dari puing-puing komet 1P/Halley, komet legendaris yang menandai pertama kalinya para astronom mengetahui bahwa komet dapat berulang kali terlihat di langit Bumi. 

Setiap kali komet Halley kembali ke tata surya bagian dalam, intinya melepaskan lapisan es dan batuan ke angkasa yang kemudian menjadi hujan meteor Eta Aquarid. Selain fenomena ini, puing Halley juga membentuk hujan meteor Orionids pada bulan Oktober. 

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, BRI Tanam 500 Mangrove di Muara Gembong untuk Jaga Pesisir

2. Dinamai dari bintang di konstelasi Aquarius

Nama Eta Aquarid berasal dari salah satu bintang paling terang di konstelasi Aquarius, yaitu Eta Aquarii. Hal tersebut dikarenakan titik pancaran atau titik tempat meteor Eta Aquarid tampak adalah di area konstelasi Aquarius. 

3. Bisa hasilkan 50 meteor per jam

Hujan meteor Eta Aquarid dapat menghasilkan sekitar 50 meteor per jam saat mencapai puncaknya. NASA juga mencatat bahwa Eta Aquarid merupakan salah satu meteor tercepat karena mampu melaju hingga 40,7 mil atau 65,4 kilometer per detik saat memasuki atmosfer Bumi. 

4. Dapat diamati dari dua belahan Bumi sekaligus

Eta Aquarid dapat disaksikan baik dari belahan bumi Utara maupun Selatan sebelum fajar. Namun, fenomena tersebut lebih jelas terlihat di belahan bumi Selatan.

Di belahan bumi Utara, tingkat kemunculannya hanya sekitar 10 meteor per jam. Hal ini dikarenakan konstelasi Aquarius terletak lebih tinggi di langit di belahan bumi Selatan daripada belahan bumi Utara.

5. Rutin muncul setiap April hingga Mei

Hujan meteor Eta Aquarid merupakan fenomena tahunan yang puncaknya terjadi setiap awal Mei. Untuk tahun 2026, periode aktifnya berlangsung dari 19 April hingga 28 Mei 2026, dengan intensitas tertinggi pada tanggal 5–6 Mei 2026. 

Itulah sejumlah fakta menarik tentang hujan meteor Eta Aquarid yang baru saja mencapai puncaknya pada awal Mei 2026. Meskipun fase puncak telah terlewati, Anda dapat melihat keindahan fenomena ini hingga akhir Mei. 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
hujan meteor Eta Aquarid komet luar angkasa