Sejumlah Pelajar SDN Kauman 1 Diduga Keracunan MBG

Nabila Amelia • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:04 WIB

 

MASIH UJI LAB: Dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG tersiar dari SDN Kauman 1. Pemkot Malang sudah mengonfirmasinya. (Nabila Amelia/Radar Malang)
MASIH UJI LAB: Dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG tersiar dari SDN Kauman 1. Pemkot Malang sudah mengonfirmasinya. (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Belasan pelajar SDN Kauman 1 dikabarkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) yang kurang layak. Dugaan itu diketahui setelah orang tua salah satu pelajar angkat bicara. Bambang (bukan nama sebenarnya) mengaku anaknya mengalami muntaber dan keracunan setelah mengonsumsi MBG.

 

”Dari cerita anak saya, pada Selasa (21/7) dan Rabu lalu (22/7) ada menu-menu yang kondisinya kurang layak,” sebut Bambang. Menu yang disebut kurang layak berupa telur yang disajikan pada Selasa lalu (21/7). Sementara menu untuk hari Rabu (22/7) berupa ikan yang rasanya amis.

 

Karena kurang layak dikonsumsi, anak Bambang jadi tidak menghabiskan MBG yang disajikan. ”Selanjutnya pada Rabu malam, anak saya mengeluhkan perutnya sakit dan muntah-muntah. Saya bawa ke dokter, diagnosisnya muntaber. Kemungkinan karena keracunan,” sambung dia.

 

Selain anak Bambang, ada pelajar lain yang juga mengalami keracunan. ”Yang terdampak tidak hanya di jenjang kelas anak saya. Ada siswa-siswi dari jenjang kelas lain yang terdampak. Informasinya sampai ada yang dirawat di rumah sakit,” beber dia.

 

Kendati demikian, MBG masih tetap disalurkan sampai kemarin (24/7). Namun ada orang tua yang menolak distribusi MBG karena melihat siswa-siswi lain mengalami keracunan.

 

Pihak sekolah, lanjut Bambang, juga tidak melarang jika ada yang menolak MBG. ”Tapi informasi terakhir, sudah ada uji laboratorium yang dilakukan,” terangnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariadi membenarkan adanya dugaan keracunan di SDN Kauman 1. ”Kamis lalu (23/7), pihak sekolah sudah bersurat ke kami agar dilakukan uji laboratorium untuk makanan yang disajikan,” tegas dia.

 

Sampai sekarang, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium. Senada dengan Slamet, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang drg Muhammad Zamroni juga menyampaikan sudah ada sampel makanan yang diambil untuk uji laboratorium.

 

Namun, Zamroni masih enggan berkomentar banyak. ”Menurut informasi, uji laboratoriumnya mulai kemarin (Kamis). Kemudian hasilnya keluar sekitar Senin (27/7),” kata Zamroni. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Pelajar lab Mbg kauman keracunan