Bakar Sampah, Si Jago Merah Sambar Pabrik Pallet Kayu Lawang

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:19 WIB

 

KEBAKARAN: Personel Damkar Kabupaten Malang memadamkan api sisa pembakaran sampah yang merambat ke area penyimpanan kayu di Pabrik Pallet, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang kemarin.
KEBAKARAN: Personel Damkar Kabupaten Malang memadamkan api sisa pembakaran sampah yang merambat ke area penyimpanan kayu di Pabrik Pallet, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang kemarin.

 

LAWANG, RADAR MALANG – Berkali-kali kebakaran akibat ulah warga membakar sampah, kini musibah serupa masih terjadi lagi. Kemarin (24/7), pabrik pallet kayu di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang nyaris hangus akibat amukan si jago merah.

Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00. Kobaran api membakar sebagian area di pabrik pengolahan kayu milik Syafril, Jalan Anjasmoro, Dusun Krajan, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang.

”Yang terbakar adalah tumpukan sampah kayu sisa pemotongan olahan pallet,” ujar Andik di sela memadamkan api kemarin.

Dia mengatakan, penyebabnya kebakaran adalah aksi bakar-bakar sampah di dekat tumpukan kayu tersebut. “Jadi itu sisa pembakaran sampah yang ditinggal. Lantaran cuaca panas dan angin, api cepat membesar dan merembet ke tumpukan kayu,” terang dia.

Ada banyak tumpukan kayu di area seluas 40 meter persegi tersebut. Hal itu karena area tersebut menjadi lokasi penyimpanan kayu untuk usaha tersebut. Tak jauh dari pabrik juga terdapat permukiman.

Khawatir api membesar dan menghanguskan satu kawasan pabrik, serta merembet ke permukiman, salah satu warga menghubungi markas damkar pada pukul 10.20. Setelah menerima laporan, dua unit armada bersama 7 personel diterjunkan ke lokas. Mereka tiba sekitar pukul 10.45, sehingga langsung melakukan pemadaman. “Kami hanya butuh waktu 15 menit untuk menyelesaikan pemadaman. Pukul 11.15 sudah selesai,” kata Andik.

Untuk diketahui, di samping tumpukan kayu yang terbakar ada bangunan semi permanen dengan tumpukan kayu yang lebih banyak. “Kalau tidak segera dipadamkan, api bisa menyebar lebih besar lagi,” katanya.

Dia mengatakan, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Andik mengimbau masyarakat lebih mewaspadai ancaman kebakaran tersebut. “Kalau cuaca panas dan berangin, jangan membakar sampah,” tandas dia. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
kebakaran lawang pabrik api Sampah