Gerhana Matahari Total Terjadi 12 Agustus 2026, Ini Daftar Wilayah yang Bisa Menyaksikannya

Hanif Pratama • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:28 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari Total yang akan melintasi sejumlah wilayah di belahan Bumi utara pada 12 Agustus 2026.
Ilustrasi Gerhana Matahari Total yang akan melintasi sejumlah wilayah di belahan Bumi utara pada 12 Agustus 2026. (Freepik)

MALANG, RADAR MALANG – Fenomena Gerhana Matahari Total akan terjadi pada Rabu (12/8/2026). Peristiwa ini menjadi salah satu fenomena astronomi paling dinantikan tahun ini sekaligus gerhana matahari total pertama sejak lintasannya melintasi Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada pada April 2024.

Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga menutupi seluruh piringan Matahari bagi wilayah yang berada di jalur totalitas. Saat fase total berlangsung, langit pada siang hari akan berubah gelap menyerupai senja dan korona Matahari dapat terlihat dari Bumi.

Berdasarkan data NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA), jalur totalitas gerhana kali ini akan melintasi Greenland, Islandia, Samudra Atlantik Utara, Rusia bagian utara, Spanyol, serta sebagian kecil wilayah Portugal. Durasi fase totalitas maksimum diperkirakan mencapai sekitar 2 menit 18 detik.

Spanyol dan Islandia diperkirakan menjadi dua lokasi utama bagi wisatawan maupun pemburu fenomena astronomi. Pemerintah Spanyol bahkan memproyeksikan jutaan wisatawan domestik dan mancanegara akan datang untuk menyaksikan gerhana secara langsung.

Sementara itu, Indonesia dipastikan tidak berada di jalur gerhana matahari total maupun gerhana matahari sebagian. Masyarakat di Tanah Air hanya dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran langsung yang biasanya diselenggarakan lembaga antariksa dan observatorium internasional.

Menjelang fenomena ini, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial. Sebelumnya sempat beredar klaim bahwa gerhana matahari total akan terjadi pada 2 Agustus 2026 dan membuat Bumi gelap selama enam menit. Kementerian Komunikasi dan Digital telah memastikan informasi tersebut merupakan hoaks.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa gerhana matahari total pada 2 Agustus baru akan terjadi pada 2027, bukan 2026. Masyarakat diimbau memperoleh informasi astronomi dari sumber resmi seperti BRIN, BMKG, NASA, maupun ESA.

NASA juga mengingatkan bahwa Matahari hanya aman dilihat secara langsung saat fase totalitas berlangsung. Di luar fase tersebut, pengamatan harus menggunakan kacamata gerhana yang memenuhi standar internasional ISO 12312-2 untuk menghindari kerusakan permanen pada retina.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Gerhana Matahari Total astronomi NASA