Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Enggano Bengkulu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Nabillah Puteri Vinandika • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Peta lokasi episentrum gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 yang mengguncang wilayah Enggano, Bengkulu. (Foto: BMKG / Konteks.co.id)
Peta lokasi episentrum gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 yang mengguncang wilayah Enggano, Bengkulu. (Foto: BMKG / Konteks.co.id)

 BENGKULU, RADAR MALANG – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,5 menggetarkan wilayah Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, pada Senin (10/8/2026) sore pukul 14.15 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan guncangan tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Berdasarkan analisis resmi BMKG, episentrum gempa bumi terletak pada koordinat 5,32° LS dan 102,15° BT, atau tepatnya berpusat di laut pada jarak 48 kilometer arah barat daya Enggano dengan kedalaman hiposentrum 22 kilometer. 

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menyampaikan bahwa dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Enggano dengan skala intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sementara itu, guncangan juga dirasakan hingga Kota Bengkulu dan Bengkulu Selatan dengan skala II-III MMI.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut. Pemutakhiran hasil pemodelan BMKG juga menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Meskipun demikian, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Bengkulu dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing guna memastikan tidak ada kerusakan struktur yang membahayakan sebelum kembali ke dalam rumah.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
Gempa Bengkulu Gempa Enggano BMKG