Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, BMKG Pastikan Tak Bisa Diamati dari Indonesia

Nabillah Puteri Vinandika • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:28 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari Total yang akan melintasi sejumlah wilayah di belahan Bumi utara pada 12 Agustus 2026.
Ilustrasi Gerhana Matahari Total yang akan melintasi sejumlah wilayah di belahan Bumi utara pada 12 Agustus 2026.

 JAKARTA, RADAR MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) yang berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, tidak dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan ada dua alasan utama di balik hal tersebut. Pertama, jalur lintasan utama bayangan gerhana sama sekali tidak melewati wilayah geografis Indonesia. Kedua, fase puncak gerhana justru terjadi ketika sebagian besar wilayah Nusantara sedang berada dalam kondisi malam hari.

Baca Juga: Jadwal dan Cara Menonton Live Streaming Gerhana Matahari Total 12 Agustus via Kanal Resmi NASA

Wilayah yang berkesempatan menyaksikan fenomena ini secara langsung antara lain Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara. Beberapa kota besar seperti Dublin, London, Brussels, Amsterdam, Paris, Lisbon, dan Madrid diperkirakan dapat menyaksikan Matahari tertutup sebagian oleh Bulan dengan persentase yang bervariasi.

"Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA," kata Teguh.

Bedasarkan perhitungan BMKG, rangkaian fenomena ini akan berlangsung dalam beberapa tahapan waktu Indonesia Barat (WIB). Fase Gerhana Sebagian dimulai pukul 22.34 WIB, dilanjutkan fase awal Gerhana Total pukul 23.57 WIB. Puncak gerhana terjadi pukul 00.45 WIB dini hari, Kamis (13/8/2026), sebelum seluruh rangkaian fenomena berakhir pada pukul 02.57 WIB di hari yang sama.

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus pada fase Bulan Baru. Pada puncaknya, piringan Bulan akan menutupi piringan Matahari secara utuh dari sudut pandang Bumi, sehingga mengubah suasana siang hari menjadi gelap gulita selama beberapa saat di wilayah yang dilintasi banyangan inti (umbra). Sementara wilayah yang hanya dilintasi bayangan samar (penumbra) akan menyaksikan fenomena tersebut sebagai Gerhana Matahari Sebagian.

BMKG turut mengingatkan masyarakat yang berada di lokasi pengamatan untuk tidak melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan mata. Penggunaan kacamata khusus berfilter matahari menjadi wajib demi menjaga keselamatan penglihatan selama fenomena berlangsung.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
Gerhana Matahari Total fenomena astronomi Gerhana matahari 12 Agustus 2026 BMKG