Gempa M7,7 Guncang NTT, Ribuan Warga Rayakan Kemerdekaan dari Tenda Pengungsian

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (Istimewa)
Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (Istimewa)

MALANG, RADAR MALANG – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini berlangsung dalam suasana duka bagi warga Nusa Tenggara Timur. Ribuan warga masih bertahan di tenda pengungsian setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pukul 04.58 WIB dengan episenter di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Guncangan kuat ini bahkan sempat memicu peringatan dini tsunami untuk empat provinsi.

Dampak gempa terbilang besar. Data terbaru mencatat korban meninggal dunia mencapai 53 orang, 135 luka-luka, dan 9.290 warga masih bertahan di sejumlah titik pengungsian hingga hari perayaan kemerdekaan tiba.

Di Sikka, salah satu wilayah terdampak, sebanyak 1.246 jiwa memenuhi posko pengungsian Gelora Samora, dengan alas tidur yang masih menjadi kendala utama.

Baca Juga: HUT Ke-81 RI di Malang Dikemas Sederhana, Wali Kota Wahyu Hidayat Ajak Warga Peduli Korban Gempa NTT

Kondisi ini membuat sejumlah daerah memutuskan untuk tidak melaksanakan rangkaian peringatan HUT RI seperti biasanya. Sikka, Ende, dan Nagekeo meniadakan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI karena mempertimbangkan kondisi kemanusiaan dan keselamatan masyarakat yang masih dalam masa tanggap darurat.

Meski begitu, semangat kemerdekaan tetap hadir di tengah keterbatasan. Sejumlah menteri kabinet memilih untuk merayakan HUT RI langsung bersama warga penyintas di lokasi bencana, alih-alih mengikuti upacara di Istana Merdeka.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyebut kehadiran pejabat negara di lokasi bencana bertujuan mengawal isu krusial penanganan darurat di masing-masing wilayah.

Bantuan logistik pun terus mengalir ke lokasi terdampak. Distribusi bantuan dilakukan mulai dari Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah sulit dijangkau seperti Pulau Palue, didukung oleh 50 ribu paket bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Korban Gempa NTT: Telanjang Kaki, Tetap Khidmat Laksanakan Upacara Kemerdekaan RI di Pengungsian

Upaya evakuasi dan pencarian korban pun masih terus berlangsung hingga Senin, sehari setelah perayaan kemerdekaan berlangsung secara nasional.

Momen HUT RI tahun ini menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan solidaritas antarwarga tetap menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa, bahkan di tengah bencana sekalipun.

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
HUT RI 2026 pengungsian kemerdekaan bencana alam gempa ntt