MALANG, RADAR MALANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur terus memperbarui data dampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT. Hingga laporan termutakhir, jumlah korban jiwa yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia bertambah menjadi 68 orang.
Selain korban tewas, tim Search and Rescue (SAR) gabungan mencatat ratusan warga mengalami luka berat dan ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Seluruh korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dan posko kesehatan darurat lapangan yang didirikan oleh dinas kesehatan bersama TNI-Polri.
Berdasarkan data kaji cepat kerusakan infrastruktur, gempa dangkal tersebut mengakibatkan ribuan unit rumah warga, fasilitas ibadah, gedung sekolah, dan fasilitas umum mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga roboh total. Kondisi kerusakan terparah dilaporkan berada di wilayah pesisir dan permukiman padat penduduk yang dekat dengan pusat episentrum gempa.
Dampak kerusakan tempat tinggal memaksa ribuan warga mengungsi ke posko pengungsian terpusat di lapangan terbuka serta titik-titik aman perbukitan guna mengantisipasi ancaman gempa susulan (aftershocks).
Pemerintah Provinsi NTT bersama instansi penanggulangan bencana memfokuskan penanganan darurat pada beberapa prioritas utama:
Editor : Aditya NovrianSumber : Dikutip dari berbagai sumber