Gempa M3,6 Guncang Bantul Yogyakarta, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Opak

Nabillah Puteri Vinandika • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Peta wilayah sebaran guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,6 yang berpusat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: Tangkapan Layar BMKG via Liputan6.com)
Peta wilayah sebaran guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,6 yang berpusat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: Tangkapan Layar BMKG via Liputan6.com)

YOGYAKARTA, RADAR MALANG – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,6 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (20/8/2026) sore. Guncangan dilaporkan turut terasa hingga wilayah Solo, Klaten, dan Magelang.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.20 WIB dengan episenter berada di koordinat 7,94 Lintang Selatan dan 110,45 Bujur Timur, sekitar 11 kilometer tenggara Bantul, pada kedalaman 10 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika (Stageof) Sleman, Ardhianto Septiadhi, mengungkapkan gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Opak.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak," ujar Ardhianto.

Guncangan sempat menimbulkan kepanikan warga di sejumlah wilayah, termasuk Sorowajan dan Banguntapan, Bantul, yang membuat sebagian warga berhamburan keluar rumah. Hingga saat berita ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Masyarakat diminta melindungi kepala dan tubuh saat gempa terjadi, berlindung di bawah meja atau benda kokoh, serta menjauh dari kaca dan benda yang berpotensi jatuh. Setelah guncangan berhenti, warga diimbau keluar dari bangunan secara tertib menuju ruang terbuka dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.

Sesar Opak dikenal sebagai salah satu jalur patahan aktif di selatan Yogyakarta yang pernah memicu gempa besar M6,2 pada 2006 silam, menyebabkan kerusakan signifikan di wilayah Bantul dan sekitarnya.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
Gempa Bantul Gempa Yogyakarta BMKG\ Sesar opak gempa bumi