Sungai Barito Surut Disebabkan Oleh Kemarau Ekstrem, Hamparan Pasir Bermunculan

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Sungai Barito Surut Karena kemarau yang panjang (Dok. Youtube)
Hamparan Pasir di Sungai Barito, Air Surut Karena kemarau yang panjang (Dok. Youtube)

MALANG, RADAR MALANG – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya terhadap kondisi Sungai Barito. Debit air sungai mengalami penyusutan sehingga membuat hamparan pasir bermunculan di sejumlah bagian aliran sungai.

Fenomena tersebut terlihat di kawasan Jembatan Kalahien, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Bagian sungai yang biasanya dipenuhi air kini tampak lebih dangkal. Hamparan pasir dan daratan bahkan terlihat di tengah aliran Sungai Barito.

Kondisi ini terjadi seiring rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Minimnya pasokan air dari hujan membuat debit Sungai Barito perlahan mengalami penurunan. Penyusutan debit juga membuat perubahan kondisi sungai semakin mudah terlihat.

Baca Juga: Kapan Musim Kemarau di Malang Raya Berakhir? Ini Prediksi BMKG

Sungai Barito sendiri menjadi salah satu jalur transportasi air yang memiliki peran penting bagi masyarakat di Kalimantan. Aktivitas warga, termasuk mobilitas menggunakan perahu dan kapal, bergantung pada kondisi aliran sungai.

Surutnya debit air berpotensi memengaruhi aktivitas transportasi tersebut. Bagian sungai yang semakin dangkal dapat menyulitkan kapal atau perahu untuk melintas, terutama pada titik-titik tertentu yang kedalamannya terbatas.

Selain berdampak terhadap transportasi, kondisi tersebut juga menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Barito. Sungai tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengingatkan adanya potensi periode tanpa hujan di sejumlah wilayah Indonesia selama musim kemarau. Kondisi tersebut dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan air permukaan.

Munculnya hamparan pasir di tengah Sungai Barito menjadi salah satu gambaran nyata dampak kemarau terhadap lingkungan. Jika kondisi kering berlangsung lebih lama, debit air sungai berpotensi kembali mengalami penyusutan.

Baca Juga: BMKG Sebut Malang Berpotensi Hujan saat Kemarau karena Hal Ini

Masyarakat di sekitar sungai pun diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan mengikuti informasi cuaca dari pihak berwenang selama periode kemarau berlangsung.

Editor : Aditya Novrian
Sungai Barito kemarau ekstrem hamparan pasir kalimantan tengah transportasi air