Ubi Bombing Jadi Sorotan, Prabowo Dorong Tepung Singkong Jadi Pemadam Karhutla

Nabillah Puteri Vinandika • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendorong inovasi metode pemadaman menggunakan singkong (ubi bombing). (Foto: Dok. Istimewa via Suara.com)
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendorong inovasi metode pemadaman menggunakan singkong (ubi bombing). (Foto: Dok. Istimewa via Suara.com)

 MALANG, RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan bahan pemadam kebakaran berbasis tepung ubi atau singkong sebagai inovasi alternatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gagasan yang disebutnya secara berseloroh sebagai "ubi bombing" ini mengemuka dalam rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Palembang, Senin (24/8/2026).

Inovasi ini pertama kali dipaparkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat tersebut, yang mengungkap adanya bahan pemadam berbahan baku tepung ubi atau singkong, temuan yang sebelumnya ditemukan anggota TNI di Lubuk Linggau. Bahan tersebut diklaim mampu bekerja dengan mengisolasi api dari oksigen dan karbon dioksida, sehingga dapat menghambat penyebaran api sekaligus membantu pemadaman pada tahap awal.

"Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing," ucap Prabowo.

Presiden meminta agar efektivitas bahan tersebut segera diuji dalam skala lebih besar, termasuk kemungkinan penggunaannya melalui helikopter maupun pesawat untuk menjangkau wilayah terbakar, layaknya metode water bombing yang selama ini digunakan. Sebagai perbandingan, operasi water bombing di Sumatra Selatan selama ini menggunakan helikopter Black Hawk dan Mi-8 yang masing-masing membawa sekitar 4 ton air per penerbangan, dengan lebih dari 300 kali water bombing dilakukan setiap hari selama 90 hari terakhir.

Prabowo turut meminta jajaran terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengkaji kemungkinan produksi mandiri maupun pengadaan bahan kimia atau material lain yang dapat mempercepat proses pemadaman di lapangan.

"Seperti alat pemadam kebakaran, yang kita bayangkan itu kan yang keluar zat kimia. Benar tidak? Coba dicek, BRIN apakah bisa produksi atau kita sourcing," kata Prabowo.

Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, melaporkan bahwa inovasi tersebut telah dipaparkan kepada jajaran terkait dan disampaikan pula kepada BNPB. Meski kapasitas produksinya masih terbatas, bahan tersebut dinilai berpotensi dikembangkan dalam skala lebih besar.

Dalam rapat yang sama, Prabowo menekankan agar sisa lahan terbakar seluas sekitar 1.900 hektare di Sumatra Selatan segera dipadamkan, sembari meminta jajaran terkait mengevaluasi kendala di lapangan dan mengajukan kebutuhan tambahan dukungan dari pemerintah pusat apabila diperlukan.

"Kalau begitu saya tekankan, usahakan yang sekarang ini 1.900 hektare ini bisa segera dipadamkan," ujar Prabowo.

Meski kondisi karhutla di Sumatra Selatan dinilai relatif terkendali, Presiden turut menyoroti persoalan kabut asap yang masih dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Palembang, dan menegaskan hal tersebut tetap membutuhkan perhatian serius agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
Ubi Bombing karhutla BNPB Prabowo Subianto