SUMBERMANJING WETAN – Kekeringan di Bumi Kanjuruhan meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat ada tujuh desa yang mengalami krisis air bersih. Lokasinya menyebar di lima kecamatan. Meliputi Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Gedangan, Sumberpucung, dan Kalipare
Laporan per 2 September lalu, Desa Sitiarjo mulai mengalami krisis air bersih.
”Ada 1.214 jiwa yang terdampak,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Dia lantas memaparkan daftar desa-desa yang dilanda kekeringan. Di Sumbermanjing Wetan, tiga desa mengalami kekeringan. Yakni Sumberagung, Kedungbanteng, dan Sitiarjo.
”Sumawe ketambahan Desa Sitiarjo. Sebelumnya kami hanya mendistribusikan air ke Puskesmasnya saja, kini masyarakatnya juga kesulitan air bersih,” kata dia.
Kemudian di Gedangan ada Desa Tumpakrejo. Lalu di Sumberpucung ada Desa Karangkates. Serta Desa Sumberoto di Donomulyo, dan Desa Kalirejo di Kalipare.
Sadono mengatakan, di Sitiarjo ada 12 RT yang mengeluhkan kesulitan air bersih. Per RT, warga yang terdampak antara 32 sampai 219 jiwa.
“Ini di daerah Gunung Tumo dan sebagian Dusun Rowoterate,” kata dia. Dua Dusun itu berada di dataran rendah Desa Sitiarjo. Sementara Puskesmas ada di atas, tepatnya di Dusun Palung.
Dropping air bersih sudah dilakukan sejak 2 September lalu. Ada sekitar 8 tandon jumbo yang sudah diletakkan beberapa hari sebelumnya.
“Dropping air pada 2 September lalu itu sifatnya masih trial. Total 20 ribu liter air yang kami distribusikan,” kata Sadono. (biy/dan)
Editor : Mahmudan