KABUPATEN, RADAR MALANG - Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di area pegunungan putri tidur masih berlangsung. Kobaran api diketahui mengarah ke Gunung Kawi.
Kemarin (19/9), upaya pemadaman menggunakan water bombing kembali dilakukan di empat area.
Seperti diberitakan sebelumnya, karhutla di area pegunungan putri tidur berlangsung mulai 1 September. Diawali dengan kebakaran di Gunung Buthak. Api sempat padam. Namun kembali muncul pada 4 September lalu.
Upaya pemadaman pun terus dilakukan. Sebab karhutla merembet hingga ke Puncak Gunung Kawinajang di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
”Kebakaran di sisi utara Gunung Buthak dan Puncak Gunung Kawinajang akhirnya padam tiga hari lalu,” kata Administratur Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko.
Kendati demikian, pemadaman menggunakan water bombing masih terus dilakukan selama lima hari terakhir. Mulai dari Senin lalu (14/9), water bombing dilakukan sebanyak tiga kali.
Kemudian pada Selasa (15/9) sebanyak 12 kali, Rabu (16/9) 11 kali, Kamis (17/9) 15 kali, dan Jumat (18/9) sebanyak 16 kali.
”Water bombing juga kami lakukan kemarin,” imbuhnya. Fokusnya di Puncak Pitrang, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Selain itu, juga di Batu Tulis, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Lalu ada Gunung Malang di Desa Selorejo dan Desa Kucur, Kecamatan Dau.
Satu lagi di hutan yang masuk Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Selain water bombing, ada juga upaya penyisiran lewat darat.
Penyisiran lewat darat dilakukan bersama 100 sampai 130 personel setiap hari. ”Saat penyisiran darat, kami membuat sekat bakar,” tambah Kelik.
Dia melanjutkan, jika ditotal sudah ada 1.400 hektare lahan yang terbakar di sebagian pegunungan putri tidur. Mulai dari Gunung Buthak sampai Gunung Kawi.
Itu belum termasuk di sisi selatan yang masuk Kabupaten Blitar karena pihaknya masih harus melakukan monitoring.
Karena kebakaran masih terjadi, jalur pendakian sampai sekarang masih ditutup.
Sebelumnya, sempat ada pertimbangan untuk membuka jalur pendakian di Gunung Bokong, Gunung Panderman, dan gunung lain yang tidak terdampak kebakaran. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra