MALANG, RADAR MALANG - Piala Dunia tidak hanya menghadirkan pertandingan sepak bola, tetapi juga menciptakan berbagai tren di tengah masyarakat. Menjelang turnamen berlangsung, pembicaraan mengenai tim favorit, pemain bintang, hingga atribut pendukung semakin ramai muncul di media sosial. Kondisi ini sering kali memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari tren atau pengalaman yang sedang banyak dibicarakan.
Baca Juga: Sering Merasa Fear of Missing Out (FOMO)? Ini Cara Mengatasinya dengan Bijak
Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan Piala Dunia. Tidak sedikit orang yang mulai mengikuti perkembangan pertandingan, membeli jersey tim favorit, hingga aktif berdiskusi di media sosial agar tetap terhubung dengan percakapan yang sedang populer.
Media sosial turut memperkuat kondisi tersebut. Berbagai unggahan mengenai prediksi pertandingan, momen pertandingan penting, hingga tren dukungan terhadap tim tertentu membuat banyak orang merasa perlu ikut terlibat. Bahkan, sebagian masyarakat yang sebelumnya tidak terlalu mengikuti sepak bola mulai tertarik untuk mengetahui jalannya kompetisi.
Di sisi lain, FOMO juga dapat memengaruhi pola konsumsi. Meningkatnya minat terhadap atribut sepak bola, layanan streaming, hingga kegiatan menonton bersama menjadi salah satu contoh dampak yang muncul selama perhelatan turnamen berlangsung. Bagi pelaku usaha, momen ini sering dimanfaatkan untuk menghadirkan produk atau promosi yang berkaitan dengan Piala Dunia.
Meski demikian, para pengamat perilaku digital kerap mengingatkan pentingnya menikmati tren secara bijak. Mengikuti euforia Piala Dunia dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai Jumat 12 Juni Dini Hari Ini, Berikut Jadwal Lengkap Pertandingannya
Pada akhirnya, FOMO saat musim Piala Dunia menunjukkan bagaimana sebuah ajang olahraga mampu melampaui batas lapangan pertandingan dan menjadi fenomena sosial yang memengaruhi percakapan, gaya hidup, hingga kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Editor : Aditya Novrian