MALANG, RADAR MALANG – Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah kota tuan rumah Piala Dunia 2026 membuat Timnas Spanyol mengambil langkah tak biasa. Skuad berjuluk La Roja itu kini menggunakan rompi es khusus saat menjalani sesi latihan sebagai upaya menghadapi suhu yang bisa mencapai 38 derajat Celsius selama turnamen berlangsung.
Momen tersebut terlihat dalam unggahan resmi Federasi Sepak Bola Spanyol yang memperlihatkan para pemain mengenakan rompi pendingin berteknologi tinggi buatan Adidas. Perlengkapan itu menjadi bagian dari program adaptasi cuaca menjelang pertandingan perdana mereka di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Rompi pendingin tersebut menggunakan teknologi Climacool yang dirancang untuk membantu mengatur suhu tubuh atlet saat berada di bawah cuaca panas. Adidas mengklaim teknologi tersebut mampu menurunkan suhu permukaan kulit hingga 13 derajat Celsius. Tak hanya itu, tersedia pula pelindung pendingin khusus untuk alas kaki yang dapat membantu mengurangi suhu kaki hingga 2 derajat Celsius saat terpapar panas ekstrem.
Baca Juga: FILKOM UB Raih Penghargaan The Sustainable Development Goals Award UB 2026
Penggunaan rompi es ini bukan tanpa alasan. Cuaca panas yang berlebihan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, hingga heat stroke yang berpotensi mengganggu performa pemain di lapangan. Langkah tersebut juga dipengaruhi perbedaan kondisi cuaca antara Spanyol dan sejumlah kota tuan rumah turnamen. Oleh karena itu, rompi digunakan saat latihan, saat masa pemulihan, hingga setelah sesi latihan berakhir agar kondisi fisik pemain tetap terjaga.
Kondisi cuaca selama Piala Dunia 2026 memang menjadi sorotan. Sejumlah laporan iklim menyebut beberapa kota tuan rumah seperti Houston, Dallas, Miami, dan Monterrey berpotensi mengalami suhu sangat tinggi selama turnamen berlangsung. Situasi tersebut membuat banyak tim mulai menyiapkan metode khusus untuk menjaga kebugaran pemain.
Bagi Spanyol, penggunaan rompi es menjadi salah satu senjata tambahan untuk menghadapi tantangan nonteknis di Piala Dunia 2026. Sebab, sebelum berjuang melawan lawan di lapangan, mereka lebih dulu harus menaklukkan panas ekstrem yang mengintai sepanjang turnamen.
Baca Juga: 70 Anak Ikuti Khitanan Massal Ekamas Fortuna
Editor : Aditya Novrian