MALANG KOTA, RADAR MALANG – Euforia Piala Dunia mulai terasa di berbagai daerah, termasuk Kota Malang. Namun, suasana tersebut belum mampu mendongkrak penjualan jersey sepak bola. Pedagang mengaku penjualan justru menurun dibandingkan momentum Piala Dunia beberapa tahun lalu karena daya beli masyarakat yang belum pulih.
Kondisi itu berbeda dengan penyelenggaraan Piala Dunia sebelumnya. Saat itu, permintaan jersey meningkat tajam, tidak hanya dari penggemar sepak bola, tetapi juga instansi pemerintah maupun perusahaan yang membeli jersey secara kolektif untuk memeriahkan turnamen.
Daya Beli Dinilai Jadi Penyebab Penjualan Jersey Menurun
Lia, pengelola Arema Sport di Kota Malang, mengatakan penjualan jersey tahun ini tidak seramai lima tahun lalu. Karena permintaan belum stabil, ia kini lebih berhati-hati dalam menambah stok barang.
Baca Juga: Terbuka untuk Umum, Nobar Piala Dunia 2026 di MCC Dibuka dengan Laga Swedia vs Belanda
"Kalau dulu sampai kurang-kurang barangnya, sementara sekarang untuk menyetok jersey lihat kondisi dulu," ujarnya saat ditemui, Kamis (18/6).
Menurut Lia, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Akibatnya, pembelian produk yang bersifat sekunder, seperti atribut olahraga, ikut terdampak.
Jersey Tim Favorit Tetap Disediakan
Meski penjualan belum meningkat signifikan, Arema Sport tetap menyediakan stok jersey negara-negara peserta Piala Dunia yang diperkirakan banyak dicari konsumen.
Untuk setiap negara, Lia menyiapkan sekitar 10 lusin jersey. Beberapa tim yang paling banyak diminati di antaranya Jerman, Argentina, Prancis, Belanda, dan Brasil.
Harga jersey yang dijual pun cukup beragam, mulai Rp60 ribu hingga Rp200 ribu. Perbedaan harga dipengaruhi kualitas bahan, jenis sablon, serta spesifikasi produk.
Berharap Kebijakan Pemerintah Mampu Menggerakkan Penjualan
Lia berharap antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia terus meningkat sehingga berdampak positif terhadap penjualan jersey.
Ia juga menyambut baik kebijakan Pemerintah Kota Malang yang mendorong penggunaan jersey sepak bola oleh aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya memeriahkan Piala Dunia.
"Pemberitahuannya baru disampaikan," pungkasnya.
Meski belum mampu mengembalikan penjualan seperti beberapa tahun lalu, pedagang berharap berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Piala Dunia dapat ikut menggerakkan minat masyarakat membeli atribut sepak bola dalam beberapa pekan ke depan.
Editor : Aditya Novrian