Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Piala Dunia 2026 Hadapi Sejumlah Tantangan, Ini Daftar Isu yang Disorot

Choirun Nisa • Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB
Pembukaan Piala Dunia 2026 (Sumber: Bola.net)
Pembukaan Piala Dunia 2026 (Sumber: Bola.net)

MALANG, RADAR MALANG – Piala Dunia 2026 tak hanya mencetak sejarah sebagai edisi pertama yang diikuti 48 tim dan digelar di tiga negara, tetapi juga menghadapi sejumlah tantangan yang memicu sorotan. Mulai dari kritik terhadap format baru turnamen, kualitas pertandingan yang dinilai timpang, hingga persoalan visa yang berpotensi menghambat kehadiran suporter internasional.

Format 48 Tim Dinilai Timbulkan Ketimpangan

Baca Juga: Paraguay Menang Tipis 1-0 atas Turki, Persaingan Grup D Piala Dunia FIFA 2026 Memanas

Perubahan paling mencolok di Piala Dunia 2026 adalah bertambahnya jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. Namun, format baru ini mendapat kritik dari media Italia La Gazzetta dello Sport. Mereka menilai perluasan peserta justru membuat kualitas pertandingan tidak merata karena mempertemukan tim-tim dengan level permainan yang terlalu jauh.

Media tersebut juga menyoroti pembagian slot peserta antarkonfederasi yang dianggap kurang menguntungkan wakil Eropa. Menurut mereka, jumlah tim yang terlalu banyak berisiko menurunkan mutu pertandingan secara keseluruhan karena semakin banyak tim dengan kualitas rata-rata masuk ke putaran final.

Jeda Minum dan Unsur Komersial Jadi Sorotan

Selain format, kebijakan jeda minum atau hydration break juga menuai kritik. La Gazzetta menilai jeda tersebut tak sepenuhnya murni untuk kepentingan fisik pemain, melainkan juga berkaitan dengan kepentingan komersial. Jeda pertandingan dinilai membuka ruang tambahan bagi stasiun televisi untuk menayangkan iklan, mengingat hak siar Piala Dunia memiliki nilai yang sangat besar.

Dalam pandangan mereka, kebijakan itu membuat ritme pertandingan terpecah menjadi beberapa bagian. Meski jeda minum tetap bisa membantu pemain dan pelatih dalam kondisi tertentu, penerapannya dianggap tidak lepas dari kepentingan industri penyiaran.

Baca Juga: Aturan Baru Dinilai Lindungi Pemain Namun Picu Debat, Kontroversi Water Break Tiga Menit di Piala Dunia 2026!

Kendala Visa Berpotensi Kurangi Kehadiran Penonton

Di luar lapangan, tantangan besar juga datang dari urusan visa, khususnya karena banyak pertandingan digelar di Amerika Serikat. CNBC Indonesia melaporkan bahwa dari 48 negara peserta, sebanyak 27 negara membutuhkan visa untuk masuk ke AS. Biaya visa yang mencapai ratusan dolar AS, proses pengajuan yang rumit, hingga tingginya tingkat penolakan disebut berpotensi membuat jumlah penonton internasional berkurang.

AS memang telah memperkenalkan sistem percepatan wawancara visa bagi pembeli tiket resmi FIFA melalui skema PASS. Namun, skema tersebut tidak menjamin visa akan disetujui. Situasi ini menjadi tantangan serius bagi penyelenggara, terutama untuk memastikan pesta sepak bola terbesar di dunia tetap bisa dihadiri suporter dari berbagai negara.

Tak hanya itu, faktor geopolitik juga ikut memperumit keadaan. Bagi pendukung dari negara-negara tertentu seperti Iran, hambatan bukan hanya soal visa, tetapi juga akses perjalanan dan situasi politik yang membuat perjalanan ke Amerika Serikat menjadi sangat sulit.

Editor : Aditya Novrian
#pildun #2026 #Piala dunia #Isu