MALANG, RADAR MALANG – Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan wajah baru dengan melibatkan 48 negara peserta. Namun, format yang lebih besar ternyata tidak menjamin setiap tim memiliki peluang lebih panjang untuk bertahan di turnamen.
Hingga berakhirnya rangkaian pertandingan pada Jumat (20/6) waktu setempat, Haiti dan Turki dipastikan menjadi dua negara pertama yang tersingkir dari persaingan menuju babak 32 besar. Kedua tim gagal meraih poin dalam dua pertandingan awal fase grup.
Haiti harus mengakhiri harapan lebih cepat setelah menelan kekalahan 0-3 dari Brasil pada laga kedua Grup C. Sebelumnya, wakil Karibia tersebut juga kalah 0-1 dari Skotlandia pada pertandingan pembuka. Dua hasil negatif membuat Haiti tidak lagi memiliki peluang untuk mengejar posisi lolos.
Bagi Haiti, keikutsertaan di Piala Dunia 2026 sejatinya sudah menjadi pencapaian tersendiri. Turnamen ini menandai kembalinya mereka ke panggung sepak bola dunia setelah absen sejak edisi 1974. Meski demikian, pengalaman berharga tersebut harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Turki Gagal Memanfaatkan Laga Penentuan
Sementara itu, Turki dipastikan tersingkir usai kalah 0-1 dari Paraguay pada laga kedua Grup D. Gol cepat Paraguay membuat Turki berada dalam posisi sulit sejak awal pertandingan.
Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif kedua bagi Turki setelah sebelumnya takluk dari Australia pada pertandingan pembuka. Meski masih menyisakan satu laga melawan Amerika Serikat, perolehan poin Turki tidak lagi cukup untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.
Situasi ini menunjukkan bahwa persaingan di Piala Dunia 2026 tetap berlangsung ketat meskipun jumlah peserta bertambah. Format baru yang memberi kesempatan lebih banyak kepada negara peserta justru menghadirkan tantangan baru, terutama dalam menjaga konsistensi sejak pertandingan pertama.
Persaingan Fase Grup Mulai Mengerucut
Dengan tersingkirnya Haiti dan Turki, peta persaingan menuju babak 32 besar mulai terbentuk. Sejumlah tim unggulan mulai mengamankan posisi, sementara negara lain menghadapi tekanan besar untuk meraih hasil maksimal pada pertandingan berikutnya.
Format Piala Dunia 2026 yang melibatkan 12 grup membuat setiap poin memiliki arti penting. Kegagalan meraih hasil positif pada dua laga awal dapat langsung mempersempit peluang sebuah tim untuk bertahan lebih lama di turnamen.
Baca Juga: Saat Bediding Menyergap Malang Raya, Udara Dingin Terasa hingga Siang Hari
Haiti dan Turki menjadi pengingat bahwa di tengah euforia format baru Piala Dunia, persaingan di level tertinggi sepak bola dunia tetap menuntut konsistensi sejak awal kompetisi.
Editor : Aditya Novrian