MALANG, RADAR MALANG – Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga memunculkan fenomena baru di industri perlengkapan olahraga. Seragam tandang Timnas Jepang menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan sepanjang turnamen.
Berdasarkan laporan sejumlah media, penjualan jersey tandang Jepang meningkat hingga 29 kali lipat dibandingkan turnamen sebelumnya. Lonjakan tersebut terjadi setelah Adidas memperkenalkan desain baru yang mengusung logo Trefoil untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.
Baca Juga: Salim Tuharea Terpacu Tingkatkan Menit Bermain Musim Depan
Penggunaan kembali logo klasik Adidas itu menjadi daya tarik utama bagi para penggemar. Logo Trefoil yang identik dengan lini gaya hidup Adidas terakhir kali digunakan pada seragam sepak bola Jepang sekitar tiga dekade lalu.
Tak hanya mengandalkan unsur nostalgia, seragam tandang Jepang juga hadir dengan filosofi desain yang kuat. Mengusung tema Colours Beyond the Horizon, jersey tersebut dirancang untuk merepresentasikan persatuan dan ikatan masyarakat Jepang, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Desain seragam didominasi warna putih pudar dengan 11 garis vertikal yang memudar menyerupai efek hujan. Setiap garis melambangkan 11 pemain yang bertanding di lapangan. Sementara itu, satu garis vertikal berwarna merah di bagian tengah menjadi simbol jantung tim, yakni para pendukung, sekaligus merepresentasikan matahari merah pada bendera Jepang.
Sebagai penegas identitas nasional, bendera Jepang juga dicetak pada bagian belakang leher jersey.
Meski Timnas Jepang berencana mengenakan seragam kandang selama fase grup Piala Dunia 2026, tingginya minat terhadap jersey tandang membuat banyak pendukung berharap Samurai Biru mampu melaju lebih jauh di turnamen agar seragam tersebut dapat tampil di lapangan.
Baca Juga: Klinik Sumba Husada Hadirkan Layanan USG, Perkuat Layanan Ibu dan Janin
Fenomena ini menunjukkan bahwa Piala Dunia tidak hanya menjadi panggung persaingan antartim, tetapi juga ruang bagi identitas budaya, filosofi desain, dan strategi pemasaran merek olahraga global.
Editor : Aditya Novrian