MALANG, RADAR MALANG – Piala Dunia 2026 memang tidak lepas dari berbagai kontroversi, baik sebelum turnamen dimulai maupun selama pertandingan berlangsung. Namun di balik sejumlah polemik tersebut, terdapat momen yang justru menuai apresiasi dari banyak penggemar sepak bola dunia.
FIFA diketahui menerapkan format khusus dalam penghargaan pemain terbaik pertandingan atau Player of the Match bagi sejumlah pemain tertentu, khususnya pemain Muslim. Dalam format tersebut, elemen sponsor minuman beralkohol tidak ditampilkan dalam sesi foto maupun dokumentasi resmi.
Penghargaan pemain terbaik di Piala Dunia 2026 masih disponsori oleh merek bir Michelob ULTRA. Bagi sebagian besar pemain, sesi foto dilakukan dengan latar belakang yang menampilkan logo sponsor tersebut. Namun untuk beberapa pemain, FIFA memberikan penyesuaian khusus.
Baca Juga: Setlog Viral di Kalangan Gen Z dan Idol K-Pop, Vlog Otentik Berbasis Waktu Jadi Sorotan
Latar belakang foto mereka hanya menampilkan tulisan Superior Player of the Match serta logo resmi Piala Dunia tanpa adanya identitas sponsor minuman beralkohol.
Beberapa pemain yang menerima format tersebut di antaranya Ismael Kone, Mahmoud Abunada, Yan Diomande, Ramin Rezaeian, Emam Ashour, Ali Olwan, Ismael Saibari, hingga kapten Mesir Mohamed Salah yang baru saja meraih penghargaan pemain terbaik.
Kebijakan serupa juga berlaku bagi pemain berusia di bawah 21 tahun seperti Johan Manzambi dari Swiss serta pemain yang memilih tidak terikat dengan sponsor tertentu, seperti Michael Olise dari Prancis.
Langkah FIFA ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap keyakinan agama dan latar belakang budaya para pemain. Penghargaan tetap diberikan dengan format yang sama, namun tanpa unsur yang dianggap bertentangan dengan prinsip pribadi atau agama penerimanya.
Di tengah berbagai kontroversi yang mengiringi Piala Dunia 2026, kebijakan tersebut menjadi salah satu momen yang mendapat respons positif dari banyak penggemar. Bagi sebagian pihak, hal itu menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang menghormati keberagaman dan keyakinan setiap pemain di panggung dunia.
Baca Juga: Kolombia Masih Buntu! DR Kongo Beri Perlawanan Sengit di Piala Dunia 2026
Editor : Aditya Novrian