Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Siapa Michel Kuka Mboladinga? Sosok di Balik Aksi Ikonik Suporter RD Kongo di Piala Dunia 2026

Sekar Hayyu W. • Minggu, 28 Juni 2026 | 11:30 WIB
Michel Kuka Mboladinga berdiri tegak di tribun saat mendukung Timnas RD Kongo (X @TouchmineX & @manualjr)
Michel Kuka Mboladinga berdiri tegak di tribun saat mendukung Timnas RD Kongo (X @TouchmineX & @manualjr)

MALANG, RADAR MALANG – Di tengah riuh nyanyian dan sorak sorai suporter Piala Dunia 2026, sosok seorang pria yang berdiri tegak tanpa bergerak selama pertandingan justru mencuri perhatian. Penampilannya yang menyerupai patung membuat banyak penonton penasaran hingga videonya viral di media sosial.

Pria tersebut adalah Michel Kuka Mboladinga, suporter fanatik Tim Nasional Republik Demokratik Kongo yang lebih dikenal dengan julukan "Lumumba Vea". Julukan itu disematkan karena penampilannya sengaja dibuat menyerupai Patrice Lumumba, perdana menteri pertama Republik Demokratik Kongo sekaligus salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah kemerdekaan negara tersebut.

Baca Juga: Takut Tapi Ketagihan, Kenapa Orang Penakut Justru Suka Film Horor?

Berbeda dengan suporter lain yang bernyanyi, melompat, dan mengibarkan bendera, Mboladinga memilih berdiri diam selama 90 menit pertandingan. Ia mengenakan jas berwarna biru, kuning, dan merah yang identik dengan warna bendera nasional RD Kongo, lengkap dengan dasi, kacamata, serta gaya rambut yang mengingatkan pada penampilan Lumumba pada era 1960-an. Satu tangannya diangkat ke udara untuk menirukan pose patung Patrice Lumumba yang berdiri di Kinshasa, ibu kota RD Kongo.

Aksi tersebut bukan sekadar pertunjukan di tribun. Dalam berbagai kesempatan, Mboladinga mengatakan bahwa gestur itu merupakan bentuk penghormatan kepada Patrice Lumumba sekaligus simbol kebanggaan, martabat, dan kedaulatan bangsa Kongo. Ia telah melakukan aksi tersebut sejak 2013 dan mulai dikenal luas ketika tampil di ajang Piala Afrika 2025.

Patrice Lumumba sendiri merupakan perdana menteri pertama Republik Demokratik Kongo setelah negara itu memperoleh kemerdekaan dari Belgia pada 1960. Ia dikenal sebagai tokoh nasionalis yang memperjuangkan persatuan dan kedaulatan negaranya. Namun, masa jabatannya berlangsung singkat karena terbunuh pada 1961. Hingga kini, Lumumba tetap dikenang sebagai simbol perjuangan kemerdekaan dan identitas nasional bagi masyarakat Kongo.

Popularitas Mboladinga semakin meningkat setelah aksinya tersebar luas di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menjulukinya sebagai "Statue Man" atau "manusia patung" karena tetap berdiri tegak tanpa bergeming di tengah euforia pertandingan. Bahkan, aksinya sempat menjadi perbincangan ketika seorang pemain Aljazair mengejeknya pada Piala Afrika 2025. Federasi Sepak Bola Aljazair kemudian menyampaikan permintaan maaf setelah insiden tersebut memicu kritik dari publik.

Baca Juga: Terbongkar Rahasia Presiden FIFA Gianni Infantino Bisa Hadir 2 Pertandingan Piala Dunia Sekaligus!

Perjalanan Mboladinga menuju Piala Dunia 2026 pun tidak berjalan mulus. Ia sempat terlambat bergabung ke Amerika Utara akibat pembatasan perjalanan yang diberlakukan menyusul wabah Ebola di RD Kongo. Setelah akhirnya berhasil hadir untuk menyaksikan laga melawan Kolombia di Meksiko, ia kembali menghadapi kendala ketika permohonan visa masuk ke Amerika Serikat ditolak. Akibatnya, Mboladinga tidak dapat memberikan dukungan langsung saat RD Kongo menghadapi Uzbekistan di Atlanta.

Meski demikian, sosok Michel Kuka Mboladinga telah menjadi salah satu ikon unik Piala Dunia 2026. Baginya, berdiri diam selama pertandingan bukan hanya cara mendukung tim nasional, melainkan juga upaya memperkenalkan sejarah, identitas, dan perjuangan Republik Demokratik Kongo kepada dunia melalui panggung sepak bola.

Editor : Aditya Novrian
#Michel Kuka Mboladinga #Lumumba Vea #RD Kongo #piala dunia 2026 #FIFA