Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cyberbullying Hong Myung-bo Usai Korea Selatan Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ancaman Pembunuhan Jadi Sorotan 

Ayshaputri Raihana Azzahra • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:00 WIB
Salah satu minimarket di Korsel memasang tanda "Hong Myung-bo dilarang masuk" di pintu masuk. (X)
Salah satu minimarket di Korsel memasang tanda "Hong Myung-bo dilarang masuk" di pintu masuk. (X)

MALANG, RADAR MALANG - Kekalahan Tim Nasional Korea Selatan dari Afrika Selatan di fase grup Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Bukan hanya mengakhiri langkah Taeguk Warriors di turnamen, hasil tersebut juga memicu gelombang kemarahan publik yang berujung pada aksi cyberbullying terhadap pelatih kepala Hong Myung-bo. Tekanan yang terus membesar akhirnya membuat mantan kapten tim nasional itu mengundurkan diri dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim.

Baca Juga: Gagal Total di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Akhiri Masa Jabatan sebagai Pelatih Korea Selatan

Kritik yang semula berfokus pada strategi permainan dengan cepat berubah menjadi serangan personal. Media sosial dipenuhi hujatan, sindiran, hingga petisi daring yang menuntut Hong Myung-bo dicopot dari jabatannya. Kemarahan publik bahkan meluas ke dunia nyata dengan beredarnya foto-foto bertanda larangan masuk bagi Hong di sejumlah toko sebagai bentuk protes simbolis.

Situasi semakin memanas setelah muncul ancaman pembunuhan dari seorang pengguna internet yang mengaku akan menyerang Hong Myung-bo saat tiba di Bandara Internasional Incheon. Ancaman tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kepolisian Korea Selatan yang membuka penyelidikan dan meningkatkan pengamanan di sejumlah lokasi guna mengantisipasi potensi ancaman terhadap keselamatan sang pelatih.

Baca Juga: Babak 16 Besar Mulai Terisi, Kanada Jadi Tim Pertama yang Melaju!

Di tengah derasnya kritik, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, turut mempertanyakan proses penunjukan Hong sebagai pelatih Timnas. Ia menilai tata kelola Federasi Sepak Bola Korea (KFA), khususnya proses perekrutan pelatih, perlu dievaluasi secara menyeluruh. Pemerintah pun meminta investigasi dilakukan agar sistem manajemen federasi menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Sorotan juga datang dari media lokal. Stasiun televisi nasional KBS menjadi perbincangan setelah dilaporkan memburamkan wajah Hong Myung-bo dalam salah satu tayangan sepak bola. Tak hanya itu, awak media disebut mendatangi hotel tempat tim menginap untuk mencari berbagai faktor yang diduga menjadi penyebab buruknya performa Korea Selatan selama turnamen.

Baca Juga: Brasil vs Jepang: Selecao Dominan dalam Rekor Pertemuan, Mampukah Samurai Biru Membalikkan Keadaan?

Kasus yang menimpa Hong Myung-bo kembali memperlihatkan bagaimana kegagalan di lapangan dapat berkembang menjadi perundungan siber yang masif. Di era media sosial, batas antara kritik terhadap performa dan serangan personal kian kabur. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kekecewaan atas hasil pertandingan tidak seharusnya berubah menjadi intimidasi maupun ancaman terhadap keselamatan seseorang.

Editor : Aditya Novrian
#Hong Myung Bo #timnas korea selatan #piala dunia 2026 #cyber bullying #afrika selatan