Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Aksi Parkir Bus Ala La Albirroja dan Drama Adu Penalti, Paraguay Bikin Jerman Pulang Lebih Awal dari Piala Dunia 2026

A. Nugroho • Selasa, 30 Juni 2026 | 07:28 WIB
LUAR BIASA: Timnas Paraguay lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Jerman dalam adu penalti pagi ini (30/6).
KEJUTAN: Timnas Paraguay lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Jerman dalam adu penalti pagi ini (30/6).

RADAR MALANG - Apa yang dirasakan rakyat Paraguay sekarang? Timnas mereka mengalahkan tim favorit Jerman di Stadion Boston, pagi ini (30/6) dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Hasil yang rasanya tak berani diprediksi pundit manapun.

Tampil kurang menggigit di fase grup, hanya mencetak 2 gol dalam tiga pertandingan, menempati peringkat ketiga klasemen Grup D di bawah Amerika Serikat dan Australia, jelas menunjukkan bagaimana Paraguay bukanlah unggulan di laga ini.

Apalagi mereka menghadapi Der Panzer. Juara dunia 4 kali dengan materi pemain elite yang sangat dijagokan bisa berbicara banyak dalam turnamen bola terbesar ini.

Namun bola bukan matematika. Paraguay justru unggul lebih dulu di babak pertama. Gol Julio Ensico mengoyak gawang Neuer di menit 42. 

Jerman yang kali ini mendadak menurunkan dua strikernya, Kai Havertz dan Deniz Undav justru makin kehilangan arah. Meski mendominasi hingga 75 persen penguasaan bola, penyelesaian akhir mereka mentah.

Baru di babak kedua, tepatnya pada menit 54, gol Havertz memecah kebuntuan Jerman. Memanfaatkan umpan Florian Wirtz, penyerang Arsenal ini sukses membobol gawang Paraguay yang dikawal Orlando Gill.

Penampilan Gill sepanjang pertandingan bisa dibilang sangat mengesankan. Selain gol Havertz, nyaris semua peluang berbahaya bisa ia mentahkan. Beruntung, Jerman yang mulai tune in dengan masuknya Jamal Musiala dan Nick Woltemade juga bermain tidak efektif.

Parkir Bus Ala La Albirroja

Meski tampil superior di lini tengah, Jerman kesulitan menembus benteng pertahanan Jose Canale Cs.

Kalah body dan tinggi badan, para pemain La Albirroja menerapkan garis pertahanan rendah sehingga menyulitkan pemain-pemain Jerman berkreasi.

SUDAH BERJUANG: Timnas Jerman gagal melewati hadangan Paraguay.
SUDAH BERJUANG: Timnas Jerman gagal melewati hadangan Paraguay.

Gustavo Alvaro, pelatih Paraguay sepertinya memberi instruksi khusus soal strategi 'parkir bus' ini. 7 pemain ditugaskan benar-benar menjaga kedalaman. Sementara hanya satu gelandang dan dua penyerang yang merangsek naik saat ada peluang counter attack.

Sedangkan Jerman sendiri seperti tak punya cara membongkar low block Paraguay. Walau dominan, mereka dipaksa bermain melebar dan melepas bola-bola crossing.

Masalahnya, meski banyak yang punya badan menjulang, Timnas Jerman dalam Piala Dunia kali ini tak punya goal getter alias nomor 9 murni yang jago sundul. Hasilnya, sia-sia. Selama 90 menit berjalan. Tak ada gol tambahan. Skor 1-1 bertahan.

Masuk babak perpanjangan waktu, gol sempat tercipta bagi Jerman. Namun VAR menganulirnya karena terjadi pelanggaran.

2x15 menit pun dilalui tanpa gol. Pertandingan dilanjutkan adu penalti. Di babak ini, Orlando Gill kiper Paraguay tampil percaya diri. 

Kai Havertz, penendang pertama Jerman gagal. Sepakan kerasnya berhasil ditepis Gill. Sementara Mauricio penendang Paraguay sukses menjalankan misinya. 

Hasil itu membuat pemain Jerman keder. Akibatnya, Woltemade sang penendang keempat kembali gagal. Dengan kegagalan itu, Paraguay hanya butuh satu gol lagi untuk lolos. 

Sanabria yang jadi penentu tendangannya malah melenceng ke sisi kanan gawang Neuer.

Penendang Jerman Nadiem Amiri sukses. Kali ini, lagi-lagi penentu ada di tangan Paraguay. Sayang, bek berpengalaman mereka, Fabian Balbuena malah kembali gagal. Skor penalti sama kuat, 3-3.

Masuklah ke sudden death. Di sini, drama terasa makin menegangkan. Jonathan Tah maju sebagai penendang. Ornando Gill tampak bersiap dan baaaang! Tendangan Tah melayang tinggi di atas mistar. Publik bersorak. Suporter Paraguay kembali berharap cemas. 

Masuklah Jose Canale. Bek 29 tahun berambut kriwil ini terlihat punya hati. Sejak awal laga, dia sudah berjuang habis-habisan di jantung pertahanan Paraguay. Mundur beberapa langkah, Canale menendang bolanya dan goooool! Gol yang langsung disambut pemain Paraguay lainnya. Mereka berlari, bersorak, dan merayakan momen bersejarah itu. (*)

Editor : A. Nugroho
#Paraguay #babak 16 besar #piala dunia 2026 #jerman #lolos