MALANG, RADAR MALANG – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali menyajikan pertandingan menarik saat Inggris berhadapan dengan Republik Demokratik (RD) Kongo. Duel yang berlangsung Rabu (1/7) ini menjadi penentu langkah kedua tim menuju babak 16 besar. Inggris datang dengan status unggulan berkat performa meyakinkan di fase grup, sementara RD Kongo bertekad menciptakan kejutan dan melanjutkan kiprah mereka di turnamen.
Inggris Lebih Produktif, Datang dengan Modal Meyakinkan
Berdasarkan statistik resmi FIFA, Inggris tampil impresif sepanjang fase grup. Tim Tiga Singa mencatat enam pertandingan dengan lima kemenangan serta mengoleksi 20 gol, menjadikan mereka salah satu tim paling produktif di turnamen. Inggris juga menghasilkan 58 tembakan, dengan 26 di antaranya tepat sasaran, menunjukkan efektivitas lini serang yang menjadi kekuatan utama mereka.
Ketajaman lini depan dipadukan dengan pertahanan yang cukup solid. Inggris hanya kebobolan 10 gol sepanjang turnamen dan memiliki rasio produktivitas serangan yang lebih baik dibanding banyak peserta lainnya. Modal tersebut membuat skuad asuhan Gareth Southgate dipandang sebagai favorit untuk melangkah ke babak berikutnya.
Baca Juga: Hasil Pertandingan Prancis VS Swedia: Prancis Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026!
Prediksi yang beredar juga menempatkan Inggris sebagai tim yang lebih diunggulkan. Dengan kombinasi pemain berpengalaman seperti Harry Kane dan generasi muda seperti Jude Bellingham serta Bukayo Saka, Inggris dinilai memiliki kedalaman skuad yang mampu mengatasi tekanan pertandingan fase gugur.
RD Kongo Andalkan Disiplin Bertahan dan Serangan Balik
Meski tidak dijagokan, RD Kongo datang dengan kepercayaan diri setelah berhasil menembus babak gugur. Statistik FIFA menunjukkan wakil Afrika tersebut telah memainkan empat pertandingan dengan dua kemenangan dan mengoleksi delapan gol.
Sepanjang turnamen, RD Kongo melepaskan 34 tembakan, dengan 21 di antaranya mengarah ke gawang, menandakan efektivitas yang cukup baik ketika memperoleh peluang. Di sisi lain, mereka juga telah kebobolan 12 gol, sehingga sektor pertahanan diperkirakan menjadi pekerjaan rumah terbesar menghadapi Inggris yang memiliki lini depan tajam.
Sejumlah pengamat memperkirakan RD Kongo akan mengandalkan permainan disiplin di area pertahanan sebelum melancarkan serangan balik cepat melalui pemain-pemain sayap dan lini depan mereka. Strategi tersebut dianggap menjadi peluang terbaik untuk meredam dominasi penguasaan bola Inggris sekaligus mencuri gol ketika lawan kehilangan konsentrasi.
Meski secara kualitas skuad masih berada di bawah Inggris, pertandingan sistem gugur hanya berlangsung satu kali sehingga peluang menciptakan kejutan tetap terbuka apabila RD Kongo mampu memanfaatkan setiap kesempatan.
Baca Juga: Metode Genius Hajime Moriyasu Ubah Jepang di Piala Dunia 2026
Duel Kane dan Bellingham Jadi Sorotan
Laga ini diprediksi akan banyak ditentukan oleh performa para pemain kunci Inggris. Harry Kane masih menjadi tumpuan utama di lini depan, sementara Jude Bellingham diharapkan mampu mengendalikan permainan dari sektor tengah. Kecepatan Bukayo Saka di sisi sayap juga berpotensi menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan RD Kongo.
Di kubu lawan, Chancel Mbemba diperkirakan menjadi figur penting dalam menjaga lini belakang. Sementara Yoane Wissa dan Cédric Bakambu diharapkan mampu memanfaatkan peluang serangan balik yang tercipta.
Jika melihat performa sepanjang turnamen dan statistik resmi FIFA, Inggris memiliki keunggulan dalam produktivitas gol, penguasaan permainan, serta kedalaman skuad. Namun, pertandingan fase gugur sering menghadirkan kejutan sehingga efektivitas penyelesaian akhir, disiplin bertahan, dan kemampuan memanfaatkan peluang akan menjadi faktor penentu siapa yang berhak mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Editor : Aditya Novrian