MALANG, RADAR MALANG – Kekalahan Jerman dari Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026 masih menyisakan polemik. Bukan hanya karena Die Mannschaft tersingkir lewat adu penalti, tetapi juga munculnya dugaan bahwa beberapa pemain senior menolak mengambil tanggung jawab saat momen penentuan.
Sorotan terbesar mengarah kepada gelandang Bayern Munchen, Leon Goretzka. Berdasarkan laporan media Jerman, Joshua Kimmich selaku kapten tim sempat dua kali meminta Goretzka maju sebagai penendang keenam ketika adu penalti memasuki fase sudden death. Namun, Goretzka disebut menolak kesempatan tersebut.
Tak hanya Goretzka, beberapa pemain lain seperti Waldemar Anton, Nathaniel Brown, dan Malick Thiaw juga dikabarkan enggan mengambil tendangan penentu. Situasi itu membuat bek Jonathan Tah akhirnya maju sebagai algojo, meski belum pernah mengeksekusi penalti sepanjang karier profesionalnya. Sayangnya, tendangan Tah melambung dan menjadi awal berakhirnya perjalanan Jerman di Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Prediksi Starting Line Up Spanyol vs Austria, Lamine Yamal Kembali Jadi Andalan
Keputusan Goretzka langsung memicu kemarahan pendukung Jerman di media sosial. Banyak komentar menyebut pemain berusia 31 tahun itu sebagai pengecut karena dinilai menghindari tanggung jawab pada momen paling krusial. Di berbagai platform, namanya menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan setelah kekalahan tersebut.
Di sisi lain, Jonathan Tah justru mendapat simpati meski gagal menjalankan tugasnya. Bek Bayer Leverkusen itu mengaku siap mengambil tanggung jawab dan bahkan menegaskan tidak akan ragu kembali menjadi eksekutor jika mendapat kesempatan di masa mendatang.
Namun, di balik dukungan tersebut, Tah juga menjadi korban ujaran rasis di media sosial. Sejumlah komentar bernada kebencian menyerangnya dengan menyuruhnya pulang ke Afrika, mengingat latar belakang keluarganya. Insiden itu kembali mengingatkan publik pada kasus yang pernah dialami Mesut Özil beberapa tahun lalu, ketika pemain keturunan menjadi sasaran diskriminasi usai Jerman mengalami kegagalan di turnamen besar.
Perdebatan mengenai keberanian mengambil penalti pun kini menjadi salah satu topik terpanas di sepak bola Jerman. Bagi sebagian pendukung, kegagalan penalti adalah hal yang wajar, tetapi menghindari tanggung jawab pada momen penentuan dinilai jauh lebih sulit diterima.
Baca Juga: Ramai Usai Obsession, Ternyata Romance dan Love Story Berbeda
Editor : Aditya Novrian