RADAR MALANG – Di tengah gempuran brace, hattrick, hingga gol-gol fenomenal yang tercipta sepanjang Piala Dunia 2026, terdapat cerita di sisi lain lapangan yang tak kalah impresif. Spanyol dan Meksiko menjadi dua tim yang lolos ke babak 16 besar tanpa satu pun mengalami kebobolan.
Keberhasilan keduanya menjaga gawang tetap suci menunjukkan betapa kokohnya tembok pertahanan kedua tim tersebut. Tentu saja, catatan mengagumkan itu tak benar-benar lahir dari prestasi perorangan, melainkan dari strategi yang berhasil dijalankan La Furia Roja dan El Tri selama turnamen.
Baca Juga: Satu Langkah Lagi ke 16 Besar! Ini Jadwal Piala Dunia 2026 yang Wajib Ditonton Malam Ini
Ball Possession di Balik Rekor Unai Simon
Kemenangan 3-0 atas Austria dalam pertandingan babak 32 besar pada Jumat (3/7) dini hari WIB menjadi rekor baru bagi sang kiper. Unai Simon berhasil mencatatkan rekor 519 menit tanpa kebobolan di waktu normal. Angka itu melampaui rekor clean sheet yang sebelumnya dimiliki legenda Italia, Water Zenga.
Pelatih Luis de la Fuente menerapkan cara bertahan yang paling masuk akal, yaitu dengan tidak membiarkan lawan memegang bola terlalu lama. Dengan pendekatan ball possession, La Furia Roja mau tidak mau membuat sang lawan harus lebih sering bertahan dan kesulitan mengembangkan serangan karena minim penguasaan bola.
Keberhasilan taktik itu terlihat sejak fase grup. Dengan rata-rata ball possession hingga 62% sepanjang Piala Dunia 2026, pertahanan Spanyol sama sekali tidak pernah disentuh oleh serangan berarti yang membuahkan gol.
Keberhasilan Simon menjaga gawangnya tetap suci dalam empat partai beruntun juga tak terlepas dari ketangguhan lini belakang Spanyol secara keseluruhan. Kompaknya daerah pertahanan membuat zona berbahaya nyaris tak tertembus bagi lawan.
Baca Juga: Jelang Argentina vs Tanjung Verde, Ini Modal Kedua Tim di Piala Dunia 2026
Gelandang Pemecah Ombak untuk Meksiko
Di sisi lain, gawang Meksiko juga masih tak tertembus meski tak menerapkan formasi spesial. Sang pelatih, Javierre Aguirre memperkuat sisi tengah dengan menempatkan tiga gelandangnya sebagai filter pertama yang memutus laju bola yang menuju lini belakang.
Dengan skema defence berlapis itu, bola lawan akan terhenti sebelum mencapai daerah bek. Hasilnya, lawan tidak akan memiliki ruang tembak.
Baca Juga: Hong Myung-bo Jadi Sorotan, Keberangkatannya ke Amerika Serikat Picu Spekulasi Publik Korea
Statistik El Tri telah membuktikan keberhasilan taktik tersebut. Total, hanya enam shots on target yang diarahkan ke gawang sang tuan rumah sepanjang empat laga di Piala Dunia 2026 kali ini.
Babak 16 besar akan menghadapkan mereka dengan lawan-lawan yang lebih berat dari sebelumnya. Spanyol akan menantang Portugal, sedangkan Meksiko akan menjumpai Inggris. Mampukah taktik keduanya membawa tim melangkah lebih jauh menuju gelar dunia kali ini?
Editor : Aditya Novrian