Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dari Nyaris Pensiun hingga Jadi Pahlawan Argentina, Lisandro Martínez Menjadi Pemecah Kebuntuan di Piala Dunia 2026

Parahita Ade Kumala • Sabtu, 4 Juli 2026 | 23:35 WIB
Lisandro Martínez membungkam semua keraguan usai cedera ACL (x/fabrizioromano)
Lisandro Martínez membungkam semua keraguan usai cedera ACL (x/fabrizioromano)

MALANG, RADAR MALANG – Cedera ligamen anterior cruciate ligament (ACL) sempat membuat masa depan Lisandro Martínez di dunia sepak bola dipenuhi tanda tanya. Bek Timnas Argentina itu bahkan mengaku pernah mempertimbangkan untuk pensiun karena tak sanggup lagi menghadapi rasa sakit dan proses pemulihan yang panjang.

Namun, semua keraguan tersebut kini terjawab di panggung terbesar sepak bola dunia. Pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Tanjung Verde, Lisandro tampil sebagai pahlawan setelah mencetak gol penentu kemenangan Argentina 3-2 pada menit ke-92 babak tambahan pertama.

Gol tersebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam perjalanan karier bek Manchester United tersebut. Bukan hanya karena membawa Albiceleste lolos ke babak berikutnya, tetapi juga menjadi simbol keberhasilannya bangkit setelah melewati masa-masa terberat dalam hidupnya.

Baca Juga: Kanada vs Maroko: Perebutan Tiket Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai

Dalam laga melawan Tanjung Verde, Lisandro Martínez tampil sebagai salah satu pahlawan Argentina. Bek Manchester United itu lebih dulu memberikan assist untuk gol pembuka Lionel Messi pada menit ke-29, sebelum akhirnya mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-92 di babak tambahan pertama.

Penampilan impresifnya membuat banyak pengamat menyebut Lisandro sebagai salah satu bek paling konsisten Argentina sepanjang turnamen. Ia bukan hanya tangguh dalam duel udara dan tekel, tetapi juga mampu membangun serangan dari lini belakang dengan distribusi bola yang akurat.

Di balik performa apik tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang nyaris mengakhiri kariernya. Dalam sebuah wawancara, Lisandro mengaku sempat kehilangan semangat bermain setelah mengalami cedera ACL.

"Saya sempat mempertimbangkan pensiun dari sepak bola setelah mengalami cedera ACL tahun lalu. Saya hanya tidak ingin menderita lagi," ungkap Lisandro.

Ia mengaku berada dalam titik terendah ketika proses pemulihan berlangsung. Bahkan, dirinya sering mempertanyakan masa depannya sebagai pesepak bola profesional.

"Saat cedera, saya sering memikirkan apa yang terjadi pada diri saya. Rasanya ingin menangis. Saya bahkan sempat tidak tahu lagi di mana posisi saya dalam hidup," katanya.

Momentum yang mengubah segalanya datang saat putrinya lahir. Kehadiran sang buah hati membuatnya kembali memiliki alasan untuk bangkit dan terus berjuang.

"Saya melihat bagaimana istri saya melahirkan dan usaha besar yang dia lakukan. Saat itu saya berkata kepada diri sendiri, bagaimana saya bisa berhenti berjuang?" ujarnya.

Kini, perjuangan panjang tersebut terbayar lunas. Dari pemain yang sempat diragukan mampu kembali ke level terbaiknya, Lisandro justru menjadi sosok penting di lini belakang Argentina.

Ia juga tak pernah menutupi sosok yang menjadi inspirasinya selama proses pemulihan, yakni Lionel Messi. Menurutnya, kapten Argentina tersebut merupakan contoh nyata seorang atlet yang tak pernah menyerah meski berkali-kali mengalami kegagalan sepanjang kariernya.

"Leo Messi adalah teladan besar karena dia telah mengalami banyak kesulitan sepanjang kariernya. Dia pernah kalah, tetapi tidak pernah menyerah," kata Lisandro.

"Hari ini dia masih bertarung di usia 39 tahun. Dia sudah memenangkan segalanya, tetapi tetap bermain dengan semangat luar biasa. Kalau pemain terbaik sepanjang masa saja terus berjuang, bagaimana mungkin kami yang berada di belakangnya berhenti bertarung?" lanjutnya.

Kini, Lisandro Martínez bukan lagi dipandang sebagai pemain yang pernah dihantam cedera panjang. Ia menjelma menjadi salah satu pilar penting Argentina di Piala Dunia 2026, membuktikan bahwa comeback terbaik tidak selalu dimulai dari sebuah gol, melainkan dari keberanian untuk bangkit ketika semua orang mulai meragukan.

Baca Juga: Rekomendasi Sepatu Olahraga Lokal Terbaik 2026, Mulai Ortuseight hingga Mills

Editor : Aditya Novrian
#lisandro martinez #messi #Argentina #manchester united