RADAR MALANG – Laga semifinal akan mempertemukan kembali dua rival abadi yang terakhir kali berjumpa 24 tahun silam. Inggris akan berhadapan dengan Argentina di Atlanta Stadium pada Kamis (16/7) 02.00 WIB untuk memperebutkan tiket ke babak final Piala Dunia 2026.
La Albiceleste hanya memerlukan dua kemenangan lagi untuk menjadi juara dunia beruntun. Sementara itu, The Three Lions tengah kehausan gelar juara usai terakhir kali mengangkat trofi di edisi 1966 silam saat menjadi tuan rumah.
Laga keduanya digadang-gadang akan berlangsung penuh drama. Pasalnya, pertandingan itu tak hanya menghadirkan pertarungan selama 90 menit, tetapi juga membawa kembali kenangan dari masa lalu antara kedua rival.
Baca Juga: Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026, Adu Bintang Mbappé dan Lamine Yamal Dinanti
Ingatan tentang Tangan Tuhan
Siapa pun yang pernah mendengar kisah tentang Maradona dengan “Tangan Tuhan”-nya tidak akan bisa melupakannya. Kala itu, Inggris berjumpa Argentina dalam partai perempat final Piala Dunia 1986 di Azteca.
Di laga itu, kedua gol Argentina tercipta dari sang legenda dunia, Diego Maradona. Satu di antaranya adalah gol “Tangan Tuhan” yang menjadi gol paling kontroversial sepanjang sejarah sepak bola. Maradona terang-terangan meninju bola dengan tangan kirinya hingga berhasil menembus gawang Peter Shilton. Ajaibnya, wasit menganggap gol itu sah.
Beberapa menit saja berselang, Inggris kembali dipermalukan dengan pertunjukan gol kedua Maradona yang dianggap paling spektakuler sehingga dinobatkan FIFA sebagai Gol Abad Ini.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Dipenuhi Kontroversi VAR! Teknologi FIFA Ini Picu Perdebatan di Piala Dunia 2026
Brace Maradona itu kemudian mengantarkan Argentina unggul 2-1 atas Inggris dan berhasil membawa La Albiceleste menuju final dan menjadi juara di edisi itu.
Penebusan Dosa Beckham
Drama kembali terjadi saat perjumpaan mereka di babak 16 besar Piala Dunia 1998. David Beckham harus diusir wasit setelah melakukan gerakan menendang ke gelandang Argentina, Diego Simeone. Pelanggaran fatal itu membuat wasit mengeluarkan kartu merah.
Inggris berhasil memaksa bertahan dengan sepuluh pemain dengan skor 2-2 hingga babak tambahan waktu. Sayangnya, The Three Lions harus kalah dalam adu penalti dan gagal melaju ke perempat final. Beckham menjadi sosok antagonis yang dibenci publik Inggris saat itu dan dianggap sebagai biang kerok kekalahan Tiga Singa.
Baca Juga: Karma Baik Gol Tangan Tuhan, Inggris Putus Rekor Ganas Meksiko di Azteca
Nyatanya, drama tidak berhenti di satu edisi. Piala Dunia 2002 menjadi penebusan dosa Beckham saat Inggris kembali bertemu dengan Argentina di fase grup. Ketika itu, Inggris mendapat hadiah penalti dan Beckham menjadi algojo yang mengeksekusi dengan dingin. Gol berhasil tercipta dan membawa Inggris menang 1-0 atas Argentina. Kemenangan itu sekaligus memulangkan Argentina lebih awal.
Kisah panjang rivalitas kedua tim terus hidup dalam ingatan para penggemar sepak bola. Kamis nanti, Tiga Singa dan Tim Tango akan kembali berjumpa dan menuliskan cerita yang terhenti sejak 24 tahun silam. Ingatan terus hidup, tetapi cerita baru akan dimulai. Siapa yang akan melenggang ke final?
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber