Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026: Deschamps vs Tuchel, Duel Harga Diri Dua Raksasa Prancis dan Inggris yang Sama-Sama Terluka

Parahita Ade Kumala • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB
Prancis dan Inggris sama-sama gagal melangkah ke final Piala Dunia 2026. Kini, Deschamps dan Tuchel akan beradu taktik demi mengamankan medali perunggu sekaligus menyelamatkan harga diri tim.
Deschamps dan Tuchel akan beradu taktik demi mengamankan medali perunggu sekaligus menyelamatkan harga diri tim.

MALANG, RADAR MALANG – Piala Dunia 2026 memang tinggal menyisakan satu pertandingan menuju partai puncak. Namun sebelum final digelar, publik sepak bola akan lebih dulu disuguhkan duel sarat gengsi antara Prancis dan Inggris pada laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung Sabtu (19/7) pukul 04.00 WIB.

Meski hanya memperebutkan medali perunggu, pertandingan ini diprediksi tetap menyajikan pertarungan taktik menarik antara dua pelatih elite dunia, Didier Deschamps dan Thomas Tuchel. Keduanya sama-sama datang dengan luka setelah gagal membawa timnya ke final. Prancis dihentikan Spanyol dengan skor 0-2, sedangkan Inggris harus mengakui comeback dramatis Argentina 1-2.

Menariknya, kedua pelatih justru kompak mengakui bahwa para pemain sebenarnya tidak antusias menjalani laga perebutan tempat ketiga. Thomas Tuchel secara terbuka mengatakan tidak ada satu pun pemain Inggris maupun Prancis yang ingin memainkan pertandingan ini karena target utama mereka adalah final.

Baca Juga: Kuliner Khas Malang, Warung Mekar Jaya Kawi Tempat Menikmati Nasi Genjes yang Gurih

Didier Deschamps pun memiliki pandangan serupa. Pelatih yang akan mengakhiri masa baktinya bersama Les Bleus itu bahkan menyebut pertandingan perebutan posisi ketiga sebaiknya tidak perlu ada. Namun keduanya sepakat bahwa profesionalisme tetap harus dijunjung demi menutup turnamen dengan hasil terbaik.

Di balik pernyataan tersebut, pertandingan ini menyimpan banyak cerita. Bagi Prancis, laga ini menjadi kesempatan terakhir Deschamps memimpin Les Bleus sebelum tongkat estafet dikabarkan beralih kepada Zinedine Zidane. Sang pelatih tentu ingin mengakhiri era panjangnya dengan sebuah kemenangan sekaligus menghadiahkan medali perunggu untuk negaranya.

Sementara itu, Tuchel datang dengan tekanan besar usai dihujani kritik akibat strategi ultra-defensif saat Inggris disingkirkan Argentina di semifinal. Pelatih asal Jerman tersebut menegaskan dirinya tetap bertanggung jawab penuh atas seluruh keputusan taktik dan menolak mencari kambing hitam atas kegagalan timnya.

Dari sisi komposisi pemain, kedua tim diperkirakan melakukan rotasi. Prancis berpeluang memberi kesempatan kepada Rayan Cherki, Marcus Thuram, Warren Zaïre-Emery, hingga Jean-Philippe Mateta. Namun Kylian Mbappé diprediksi tetap menjadi andalan karena masih memburu penghargaan individu sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.

Inggris juga diperkirakan menurunkan sejumlah pemain yang minim menit bermain seperti Kobbie Mainoo, Ivan Toney, Ollie Watkins, dan Eberechi Eze. Harry Kane maupun Declan Rice kemungkinan akan diistirahatkan setelah menjalani turnamen yang cukup menguras tenaga.

Meski atmosfernya berbeda dengan final, duel ini tetap layak dinantikan. Bukan hanya soal medali perunggu, tetapi juga tentang bagaimana dua pelatih kelas dunia mempertaruhkan reputasi mereka dalam menutup perjalanan di Piala Dunia 2026. Siapa yang mampu bangkit dari kekecewaan, dialah yang akan pulang dengan kepala lebih tegak.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Majelis Taklim Malang Raya Penuhi Kampus UNMER Malang: Ketika Universitas Menjadi Rumah Bagi Warganya

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Thomas Tuchel Didier Deschamps Prancis vs Inggris Perebutan Juara 3 piala dunia 2026